Efek Samping Obat Statin terhadap Tubuh

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 14 Sep 2016 11:06 WIB
kesehatan
Efek Samping Obat Statin terhadap Tubuh
(Foto: Health)

Metrotvnews.com, Jakarta: Statin memiliki pengaruh besar bagi penderita penyakit jantung. Obat ini mampu menurunkan kolesterol dalam darah dan mengontrol tingkat inflamasi, yang berkontribusi menyebabkan serangan jantung dan stroke.

Di sisi lain, efek samping obat obat ini menjadi perbincangan menarik di kalangan praktisi kesehatan.

Tinjauan baru mengenai efektivitas statin yang dilaporkan Lancet menemukan, kekhawatiran tentang efek samping statin dinilai berlebihan, dan apresiasi terhadap manfaat obat-obatan tersebut masih diakui.

"Tampaknya ada banyak kebingungan, terutama terhadap efek samping statin. Ada klaim bahwa 20 persen dari pasien yang diberikan statin mengalami intoleran," ujar pemimpin penelitian Rory Collins, profesor kedokteran dan epidemiologi di University of Oxford.

Intoleransi statin memang bisa terjadi, tetapi jarang. Sebuah studi awal menemukan, mereka yang mengkonsumsi statin mengalami lemah otot yang kemudian berkembang menjadi degenaris lapisan otot akut dan berpotensi merusak ginjal dan organ tubuh lain.

(Baca:
4 Jenis Obat dengan Efek Samping Kelelahan)

Sebuah merk statin bernama Baycol ditarik dari pasaran pada 2001 karena adanya laporan kematian terkait gangguan otot. Akibatnya, kekhawatiran tentang efek samping obat pun muncul.

Administrasi Makanan dan Obat-obatan Amerika (FDA) merevisi beberapa merk statin yang menimbulkan risiko serta mengingatkan dokter dan pasien untuk mengkonsumsi statin sesuai dosis agar tak mengalami masalah otot.

Dokter juga mulai membahas kemungkinan efek samping otot pada pasien, sehingga diperlukan pemeriksaan menyeluruh sebelum meresepkan obat, guna menghindari efek samping yang tidak diinginkan,


Collins juga mengatakan, kemungkinan nyeri bisa disebabkan oleh sugesti.

Dalam meninjau data yang tersedia, Collins mengatakan, statin mengurangi risiko kejadian jantung sekitar 25 persen untuk setiap penurunan unit kadar kolesterol jika dikonsumsi setiap tahun,  dibandingkan dengan orang-orang yang tidak.

Dia menghitung, untuk orang-orang yang telah mengalami serangan jantung atau penyakit jantung, mengkonsumsi statin selama lima tahun menurunkan 10 persen risiko serangan berulang.

Collin smengungkapkan bahwa efek samping statin memang ada. Beberapa orang tak hanya mengeluhkan masalah otot, namun juga masalah ingatan dan diabetes.


Lihat Video: Melindungi Generasi dari Obat Palsu




(DEV)