Seberapa Buruk Efek Makan Hanya Sekali dalam Sehari?

Torie Natalova    •    Rabu, 28 Sep 2016 12:55 WIB
diet
Seberapa Buruk Efek Makan Hanya Sekali dalam Sehari?
(Foto: Fitness)

Metrotvnews.com, Jakarta: Tak jarang seseorang melakoni diet ekstrem demi menurunkan berat badan. Misalnya, makan hanya sekali dalam sehari.

Namun, cara ini riskan mengundang penyakit. Mengapa demikian?

Perut yang kosong dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan kelelahan, sakit kepala, emosi, dan rasa lapar berlebih. Saat puasa, Anda bisa mengonsumsi makanan yang salah.

(Baca:Tak Selalu Bikin Gendut, Ini Fungsi Lemak Bagi Tubuh)

"Ketika Anda lapar dan mudah marah, Anda cenderung makan secara berlebih makanan yang tinggi karbohidrat, lemak dan kalori," kata ahli diet Serena Marie.

Makan hanya satu kali sehari tidak bisa dilakukan oleh semua orang. Anak-anak, perempuan hamil dan perempuan yang sedang merencanakan kehamilan tidak bisa menjalani metode ini.

Sebaliknya, bagi pelari cara ini sangat efisien untuk menggunakan lemak sebagai bahan bakar sebelum berlari.

Makan hanya satu kali sehari tidak direkomendasikan untuk dilakukan jangka panjang. Pasalnya, Anda akan jarang mengonsumsi buah dan sayuran atau 25 gram serat sehari dalam satu kali makan. Padahal, buah dan sayuran sangat penting untuk mencegah penyakit kronis.

Sebaiknya, jika ingin melakukan diet dengan mengurangi waktu makan, lakukan seperti puasa selama 16 jam atau hanya melewatkan waktu sarapan. Ini penting untuk meningkatkan hormon pertumbuhan dan membantu sensitivitas insulin serta pembakaran lemak.

Akan lebih baik lagi jika metode tersebut dilakukan hanya 1-2 kali seminggu.






(DEV)