Benarkah Serangga Mengandung Banyak Nutrisi?

Sri Yanti Nainggolan    •    Senin, 31 Oct 2016 18:49 WIB
informasi kesehatan
Benarkah Serangga Mengandung Banyak Nutrisi?
(Foto: Health)

Metrotvnews.com, Jakarta: Beberapa jenis serangga konon mengandung banyak protein dan nutrisi lainnya. Tak heran, beberapa masyarakat menjadikan hewan ini sebagai sumber makanan. Di Amerika Serikat, misalnya, jangkrik diolah menjadi tepung.

Fenomena tersebut membuat para peneliti dari Kings College London dan Ningbo University in China mencari tahu kebenaran hal tersebut. Jika benar, serangga tentu bisa menjadi varian protein selain daging sapi.

Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Agriculture and Food Chemistry tersebut secara khusus meneliti konsentrasi zat besi pada serangga, mengingat nutrisi tersebut paling sering hilang dalam pola makan vegan. Tidak mengkonsumsi cukup zat besi dapat mengakibatkan anemia, masalah kognitif, imunitas melemah, komplikasi kehamilan, dan sebagainya.

Menggunakan sebuah model laboratorium yang meniru sistem pencernaan manusia, para peneliti menganalisis kandungan mineral dalam belalang, jangkrik, larva kumbang, dan cacing kerbau (yang terdapat pada steak sapi), dan mengestimasi berapa banyak nutrisi yang terserap jika dimakan.

Setiap serangga memiliki nutrisi yang berbeda. Jangkrik, misalnya, memiliki kandungan zat besi, kalsium, dan magnesium tertinggi.

Faktanya, kelarutan besi (karakteristik yang memungkinkan mineral untuk diambil dan digunakan oleh tubuh) secara signifikan lebih tinggi pada sampel serangga daripada di daging sapi.

Belalang, jangkrik, dan larva kumbang juga memiliki konsentrasi kalsium, tembaga, seng, dan magnesium, bila dibandingkan dengan sirloin.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa konsumsi serangga membantu memenuhi kebutuhan nutrisi pada manusia.

"Secara umum, konsumsi serangga baik untuk menambah sumber zat besi alami dan dapat menjadi alternatif yang baik untuk menjalankan diet," ucap peneliti.


(DEV)