Cara Makan Daging Merah yang Benar Tanpa Khawatir Risiko Kanker

Torie Natalova    •    Sabtu, 05 Nov 2016 13:17 WIB
kanker
Cara Makan Daging Merah yang Benar Tanpa Khawatir Risiko Kanker
Cara Makan Daging Merah yang Benar Tanpa Khawatir Risiko Kanker (Foto: shutterstock)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebagian besar dari Anda mungkin sudah mengetahui bahwa terlalu sering mengonsumsi daging merah bisa menyebabkan penyakit seperti tekanan darah tinggi hingga kanker. Selain itu, mengonsumsi daging olahan seperti bacon, ham, atau sosis, menempatkan Anda pada bahaya penyakit kanker.

World Health Organization (WHO) menempatkan daging olahan, yakni daging yang telah melalui perubahan dengan penggaraman, fermentasi, asap atau proses lainnya, di kategori lima tertinggi penyebab kanker bersamaan dengan rokok dan zat berbahaya lainnya.

Terlebih lagi, daging merah sangat mungkin memicu karsinogenik bagi manusia. Meskipun ini didasarkan pada bukti-bukti yang lebih terbatas. WHO sendiri telah melakukan 800 studi yang menyelidiki antara lebih dari selusin tipe kanker dan konsumsi daging merah atau olahan di berbagai negara.

Dari bukti tersebut, memang ada beberapa yang tidak menunjukkan hubungan antara makan daging dengan kanker, termasuk studi pada 60 ribu peserta yang menunjukkan kanker usus terjadi pada tingkat yang relatif sama dengan pemakan daging dan vegetarian. WHO juga memberikan catatan bahwa risiko kanker dari makan daging olahan tergolong rendah.

The North American Meat Institute mengatakan dalam sebuah pernyataan, bukti ilmiah menunjukkan kanker adalah penyakit yang kompleks, tidak disebabkan oleh makanan tunggal saja, dan gaya hidup sehat tetap pilihan terbaik untuk kesehatan Anda.

Namun, laporan WHO yang menyebutkan daging merah atau olahan berpotensi memicu penyakit memang tidak diragukan lagi. Bagi Anda penggemar daging, ada hal utama yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko penyakit.

Kepala Badan Internasional WHO, Kurt Straif mengatakan, risiko penyakit akan meningat sesuai dengan jumlah daging yang dikonsumsi. Laporan WHO menemukan bahwa, makan hanya 50 gram daging olahan setiap hari (kurang dari dua potong daging) meningkatkan risiko kanker usus sebesar 18 persen.

Sedangkan untuk daging merah, makan 100 gram daging per hari (kira-kira sepotong daging besar) dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker hingga 17 persen.

World Cancer Research Fund merekomendasikan Anda untuk mengonsumsi daging merah tidak lebih dari 500 gram dalam seminggu. Anda pun harus mengimbanginya dengan menambahkan porsi sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan kacang-kacangan setiap hari dan didampingi dengan porsi kecil keju, yogurt, ikan, atau telur setiap hari.

Jenis daging juga perlu diperhatikan. Semua jenis daging merah yang akan dimakan harus dimasak dengan benar. WHO juga mencatat bahwa daging olahan lebih berbahaya dibanding daging merah segar.

Anda juga harus menghindari membakar daging pada suhu tinggi. Proses pembakaran pada daging seperti steak, barbekyu atau sate, sudah terbukti dapat memicu kanker. Alasannya, dua bahan kimia yakni amina heterosiklik dan hidrokarbon  aromatik polisiklik yang muncul ketika membakar daging di atas api terbuka, terbukti dapat menyebabkan perubahan DNA yang dapat menimbulkan risiko kanker.

Untuk mengatasinya, cobalah tidak membakar daging dengan panas tidak lebih dari 300 derajat Fahrenheit, membalik daging dengan penjepit dan bukan garpu, serta sering membalik daging hingga beenar-benar matang merata dan sempurna.




(ELG)