Duduk Dua Jam Setara dengan Merokok Sebatang

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 11 Nov 2016 06:00 WIB
kesehatan
Duduk Dua Jam Setara dengan Merokok Sebatang
Banyak orang merasa tak sanggup melakukan olahraga karena merasa kurang energi.(Foto: Confusedsandals)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, hampir separuh populasi masyarakat Indonesia kurang melakukan aktivitas fisik dimana Jakarta sebagai kota tertinggi, yaitu 44,2 persen. Mengapa hal tersebut bisa terjadi?

"Hal ini karena terjadi evolusi aktivitas fisik. Dulu orang perlu mengejar hewan di hutan untuk makan, kini sambil duduk pun bisa dengan memesan melalui telepon atau minta bantuan orang," ujar dr. Andi Kurniawan, SpKO, dalam acara Media Gathering Taiwan Excellence by TAITRA, Kamis (10/11/2016).

Ia menuturkan, rata-rata orang duduk selama 15 jam setiap harinya karena hampir semua aktivitas dilakukan dengan duduk seperti dalam perjalanan di kantor, kerja di depan komputer, bahkan ketika bersantai di rumah di malam hari (misalnya menonton TV).

(Baca juga: Mau Berhenti Merokok? Begini Caranya)

"Menurut sebuah penelitian tahun 2012 dalam jurnal Lancet, disebutkan bahwa sitting is a new smoking, artinya duduk sekarang setara dengan merokok," tambahnya.

Ia menjelaskan bahwa setiap satu batang rokok yang dihabiskan akan mengurangi angka harapan hidup selama sepuluh menit, demikian juga dengan duduk selama dua jam tanpa melakukan aktivitas kecil sebagai jeda.

Menurut dr. Andi, ada empat alasan mengapa masyarakat perkotaan enggan melakukan aktivitas fisik. 

Pertama, mereka merasa tak ada waktu untuk menggerakkan tubuh. Padahal, hal itu  bisa dilakukan bila seseorang mau meluangkan waktu.

"Sebenarnya bisa dilakukan di sela-sela kesibukan, misalnya dengan jalan pagi ke kantor jika jaraknya dekat atau pergi makan siang ke luar, bukan minta tolong orang membelikan," sarannya.

Kedua, kurangnya motivasi untuk berolahraga. Padahal, motivasi jelas terlihat, yaitu memiliki tubuh yang sehat agar tetap produktif dan terhindar dari berbagai penyakit.

Ketiga, kurangnya sumber olahraga dimana kebanyakan orang berpikir diperlukan alat-alat tertentu untuk menunjang aktivitas tersebut, padahal tidak demikian. Sambil menonton TV dan tangan kosong pun sebenarnya bisa berolahraga. 

Terakhir, banyak orang merasa tak sanggup melakukan olahraga karena merasa kurang energi. "Biasanya wanita yang sibuk mengurus anak merasa terlalu lelah untuk meluangkan waktu berolahraga. Atau ada juga yang menjadikan usia sebagai faktor penghambat," pungkasnya. 






(TIN)