Penanganan Pasien Gangguan Bipolar

   •    Rabu, 15 Nov 2017 17:49 WIB
kesehatan mental
Penanganan Pasien Gangguan Bipolar
Ilustrasi. (Thinkstock)

Jakarta: Bipolar Disorder atau gangguan suasana perasaan tidak bisa dianggap sepele. Pada kasus berat gangguan ini mampu mendorong penderitanya melakukan hal di luar nalar seperti bunuh diri.

Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Yossy Agustanti mengatakan hal yang perlu dilakukan ketika seseorang didiagnosis mengalami bipolar adalah dengan cara pemberian obat dan terapi.

"Karena gangguan bipolar ini bukan gila yang tidak bisa diobati, tapi gangguan kimia otak yang tidak seimbang, dopaminnya tidak seimbang sehingga diberikan obat supaya kimia otaknya seimbang," kata Yossy, dalam Newsline, Rabu 15 November 2017.

Selain pemberian obat, kata Yossy, ketika kimia otak sudah stabil langkah berikutnya adalah melakukan psikoterapi. Salah satu caranya adalah membiarkan penderita bipolar untuk berkarya, melakukan hal atau hobi yang disukai.

"Sehingga dia semakin stabil dan bahagia," katanya.

Ketika penderita bipolar tidak menyadari bahwa dirinya menderita gangguan suasana hati, Yossy berharap agar keluarga atau orang terdekatlah yang bisa menginisiasi datang ke tenaga ahli.

Sebab, kebanyakan penderita bipolar tidak menyadari bahwa dirinya sakit ataupun membutuhkan obat. Ketika tidak ditangani secara tepat dan cepat kecenderungan penderita bipolar melakukan hal-hal berbahaya semakin besar.

"Jadi keluarganya dulu yang konsultasi ke tenaga kesehatan. Baru setelah itu diberikan obat dan bagaimana membuat penderitanya berfungsi kembali di masyarakat," katanya.

Pemberian obat pun menurut Yossy tidak bisa langsung berhenti ketika penderita sudah menunjukkan perubahan. Sebab meskipun diberikan perawatan tetap ada fluktuasi suasana hati yang di kemudian hari bisa muncul kembali.

"Jadi kalau menemukan gejala atau walaupun baru dicurigai bipolar coba konsultasi dengan profesional; psikiater atau psikolog untuk mendapatkan perawatan. Yang penting jangan malu meminta pertolongan," jelasnya.




(MEL)