Dampak Pengobatan Nyeri Punggung yang Tak Tepat

Sri Yanti Nainggolan    •    Minggu, 25 Mar 2018 14:30 WIB
studi kesehatan
Dampak Pengobatan Nyeri Punggung yang Tak Tepat
(Foto: Every day Health)

Jakarta: Nyeri punggung bagian bawah ternyata tak dapat diobati semudah itu. Sebuah penelitian yang dipublikasi dalam Lancet menyebutkan bahwa pengobatan seperti opioid, injeksi, atau operasi untuk masalah nyeri punggung tidak berpengaruh.

Secara global, nyering punggung bagian bawah dialami lebih dari 540 juta penduduk, dan meningkat dalam 25 tahun terakhir.

Prevalensi tersebut semakin meningkat seiring bertambahnya usia dan meningkatnya populasi obesitas.

Perawatan medis yang tak tepat dalam penggunaan gambar, istirahat, opioid, suntikan tulang belakang, dan operasi yang tidak semestinya membuat masalah semakin buruk di negara maju dan berkembang.

"Beban dari nyeri punggung bawah telah mencapai titik kritis di mana kondisi ini berkembang pesat, kurang dipahami dan salah urus secara medis," kata Rachelle Buchbinder, Profesor di Universitas Monash di Melbourne.

Ia melanjutkan, negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah sudah meniru perawatan bernilai rendah yang endemik di negara-negara berpenghasilan tinggi.

“Di seluruh dunia (ada) penggunaan pencitraan, istirahat, opioid, suntikan tulang belakang, dan operasi yang tidak tepat. Melakukan lebih banyak hal yang sama tidak akan mengurangi ketidaknyamanan sakit punggung atau konsekuensi jangka panjangnya," kata Buchbinder.

Orang dengan pekerjaannya menuntut fisik, komorbiditas fisik dan mental, perokok, dan individu obesitas berada pada risiko terbesar mengalami nyeri punggung.

Para peneliti menyerukan kepemimpinan internasional terkoordinasi untuk mendorong perubahan transformasional di seluruh layanan kesehatan dan sosial dan pengaturan pekerjaan untuk menghentikan model perawatan yang terpecah-pecah dan ketinggalan jaman.

Mereka juga menyerukan penghindaran perawatan medis yang berbahaya dan tidak berguna melalui penerapan kerangka kerja yang serupa dengan regulasi obat.

Kampanye kesehatan masyarakat diperlukan untuk mengatasi populasi yang meluas dan kesalahpahaman profesional kesehatan terkait penyebab dan prognosis nyeri punggung dan efektivitas perawatan yang berbeda.

 


(DEV)