Kulit Wajah Sensitif tak Disarankan Menggunakan Masker Alami

   •    Selasa, 02 Jan 2018 15:49 WIB
tips kesehatankesehatan kulit
Kulit Wajah Sensitif tak Disarankan Menggunakan Masker Alami
Ilustrasi-- (Foto: Reuters/Cheryl Ravelo)

Jakarta: Masker wajah dengan bahan alami memang sangat bermanfaat untuk membantu kulit lebih sehat. Tapi hal itu tidak berlaku bagi mereka yang memiliki kulit sensitif.

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Gloria Novelita mengatakan kulit sensitif cenderung lebih reaktif terhadap masker yang dibuat langsung dengan bahan alami. Sehingga penggunaannya tak disarankan bagi mereka yang memiliki kulit wajah sensitif.

"Kalaupun ingin dipakai coba dulu di sebagian kulit lain misalnya di belakang telinga. Kalau tidak ada keluhan bisa digunakan di seluruh kulit wajah," ujarnya, dalam Metro I-Care, Minggu 31 Desember 2017.

Masker dengan bahan alami memang meminimalisasi risiko terhadap wajah tetapi bagi pemilik kulit sensitif bukan tidak mungkin bahan yang digunakan sebagai masker sudah terkontaminasi mikroorganisme yang buruk jika digunakan.

"Jadi sebaiknya untuk kulit sensitif tidak digunakan ke seluruh wajah, kalau kulitnya normal tidak masalah," kata Gloria.

Gloria mengatakan spektrum atau ciri kulit sensitif sangat luas. Mulai dari sensasi perih, gatal, rasa kencang, sampai dengan tampak kemerahan. Di sejumlah kasus kadang diikuti juga dengan 'bruntusan' disertai bengkak dan kulit bersisik.

Ada dua penyebab seseorang memiliki kulit sensitif. Pertama adalah faktor genetik yang cenderung sensitif dan lebih reaktif. Biasanya selain di kulit juga ada bawaan alergi di organ lain.

"Ada juga karena gaya hidup yang kurang baik. Misalnya menggunakan kosmetik dengan bahan iritan seperti pembersih wajah yang pH-nya cenderung basa, bahannya scrub atau toner yang mengandung banyak alkohol," katanya.

Selain itu kandungan deterjen yang tinggi dalam produk pembersih wajah juga selain memperburuk kulit sensitif juga dapat mengangkat lemak alami kulit yang disebut drolipid yang seharusnya menjadi pelindung kulit.

Sering kali, ungkap Gloria, orang ingin memiliki kulit yang cantik dan putih padahal dua hal itu bukan definisi dan kategori kulit sehat.

Menurut Gloria kulit sehat memiliki warna kulit yang rata, jika dipegang rasanya kenyal bukti kelembapannya terjaga, dan halus, tidak bergelombang apalagi berlubang serta dapat merefleksikan cahaya.

Kulit sehat mampu merefleksikan cahaya jika permukaannya seimbang antara produksi minyak dan kelembapannya.

"Terlalu berminyak atau terlalu kering akan membuat kusam. Paling penting dari kulit sehat adalah sensasinya normal, jadi kalau ada sensasi gatal, perih, terbakar, atau kulit sensitif menunjukkan kulit yang tidak sehat," jelasnya.




(MEL)