Sering Ucapkan Kata Berikut Pertanda Anda Alami Stres

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 10 Nov 2017 15:43 WIB
Sering Ucapkan Kata Berikut Pertanda Anda Alami Stres
Menurut para ahli pidato, sering mengucapkan kata keterangan 'benar-benar' atau 'sangat' menunjukkan bahwa Anda stres. (Foto: iStock)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah studi dari Amerika Serikat menemukan bahwa bila Anda sering mengucapkan suatu kata, maka hal itu bisa menandakan bahwa Anda sedang mengalami stres.

Menurut para ahli pidato, sering mengucapkan kata keterangan 'benar-benar' atau 'sangat' menunjukkan bahwa Anda stres. Selain itu, orang stres juga cenderung lebih sedikit berbicara.

Studi yang dipublikasikan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences tersebut meneliti pola berpidato dari 142 relawan yang diberi perekam untuk menyala setiap beberapa menit selama dua hari.



Matthias Mehl, seorang psikolog dari University of Arizona kemudian menstranskrip dan memelajari rekaman, mendengarkan kata atau ekspresi yang berulang. Ia tertarik dengan penggunaan kata ganti dan kata sifat yang dilontarkan para relawan.

"Mereka sendiri tak memiliki maksud tertentu, namun mengklarifikasi apa yang terjadi," tukasnya pada Nature.

Ia dan tim menganalisa tingkat stres psikologis partisipan dengan melihat ekspresi gen pada sel darah putih.

(Baca juga: Tanda-tanda Stres Sudah di Luar Kendali)

Selain menemukan bahwa peserta yang stres lebih cenderung menggunakan kata keterangan, mereka juga menemukan bahwa mereka cenderung tidak menggunakan kata ganti orang majemuk orang ketiga seperti 'mereka'.

Para peneliti berasumsi, orang cenderung berfokus pada diri mereka sendiri saat mereka merasa tertekan, daripada memikirkan hal-hal di sekitar mereka.



Mereka menyimpulkan bahwa pola bicara merupakan indikator tingkat stres yang lebih baik daripada penilaian pribadi relawan.

"Sementara banyak penelitian telah dilakukan mengenai masalah stres, menghubungkannya dengan pola bicara merupakan pendekatan yang relatif baru," jelas David Creswell, seorang psikolog di Carnegie Mellon University di Pittsburgh, Pennsylvania.

Creswell mengatakan bahwa studi tersebut sangat menjanjikan karena memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai bagaimana tekanan psikologis dapat mempengaruhi kesehatan seseorang.








(TIN)