Penggunaan Antibiotik yang Tidak Tepat Bikin Bakteri Kebal

Raka Lestari    •    Selasa, 14 Nov 2017 19:18 WIB
kamus kesehatan
Penggunaan Antibiotik yang Tidak Tepat Bikin Bakteri Kebal
Penggunaan antibiotik yang tidak tepat bikin bakteri kebal (Foto: Daily Express)

Jakarta: Resistensi antibiotik, kondisi di mana bakteri menjadi kebal terhadap antibiotik terjadi karena pengunaan antibiotik yang tidak tepat sasaran.

Antibiotik merupakan obat yang digunakan untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh bakteri, dan tidak bisa digunakan untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh virus.

Hingga 2014, angka kematian akibat resistensi antibiotik mencapai 700 ribu orang per tahun.

Resistensi antibiotik juga disebabkan oleh penggunaan antibiotik secara berlebihan atau tidak rasional, serta pencegahan dan pengendalian infeksi yang buruk. Bila infeksi tidak dapat lagi diobati dengan antibiotik pada lini pertama, maka pasien harus menggunakan obat yang lebih mahal.

Durasi pengobatannya pun akan memakan waktu yang lebih lama, serta pasien lebih sering dirawat di rumah sakit. Hal inilah yang memicu peningkatan biaya perawatan kesehatan serta beban ekonomi pada keluarga dan masyarakat.

"Semakin antibiotik digunakan dengan dosis yang tidak tepat, maka semakin menimbulkan mulitresistensi. Ketika antibiotik dikonsumsi, bukan hanya bakteri jahat tapi bakteri baik juga mati. Sehingga jika terus diberikan antibiotik, justru malah akan membuat pasien menjadi lemah." ujar Mariyatul Qibtiyah, S.Si, Apt, SpFRS dari Komite Pengendalian Resistensi Antimikroba (KPRA) dalam acara memperingati Pekan Peduli Antibiotik di Kantor Kemenkes, Jakarta, Selasa 14 November 2017.

Mengingat buruknya dampak yang ditimbulkan dari resistensi antibiotika, perlu dilakukan upaya yang sistematis untuk mengatasinya.

"Pertama, antibiotik itu harus berdasarkan resep dokter. Kedua, harus patuh pada aturan pakai. Ketiga, antibiotik itu harus habis. Tidak boleh disimpan dirumah untuk dijadikan persediaan obat," ujar Dra.Maura Linda Sitanggang, Ph.D selaku Dirjen Farmasi dan Alkes Kemenkes, pada kesempatan yang sama.

Masyarakat diimbau agar bisa lebih cermat dalam menggunakan antibiotik.




(DEV)