Alasan Mengapa Harus Tetap Terjaga Saat Pesawat Landing dan Takeoff

Cecylia Rura    •    Selasa, 14 Nov 2017 12:49 WIB
Alasan Mengapa Harus Tetap Terjaga Saat Pesawat Landing dan Takeoff
Sebuah pergantian udara yang cepat memengaruhi tekanan udara pada telinga. (Foto: Mike Wilson/Unsplash.com)

Jakarta: Selain karena untuk menikmati pemandangan cantik melalui jendela kabin, ada alasan kuat mengapa penumpang sebaiknya tidak tertidur saat pesawat lepas landas maupun mendarat.

Situs MedlinePlus memaparkan, tertidur saat pesawat melakukan di lepas landas maupun pendaratan dapat mengganggu telinga, saat tekanan udara dalam kabin pesawat berubah seketika.

Ketika Anda tetap terjaga, ada respons natural di mana tekanan pada gendang telinga mereda selagi menyeimbangkan tekanan udara yang masuk melalui telinga.

(Baca juga: Kebiasaan Buruk yang Bisa Merusak Telinga)

Namun saat terlelap, Anda tidak bisa merilekskan otot-otot telinga juga tekanan udara dalam pesawat. Hal ini yang kemudian menyebabkan pusing, infeksi pada telinga, tekanan pada gendang telinga, kehilangan pendengaran, hingga mimisan.



"Sebuah pergantian udara yang cepat memengaruhi tekanan udara pada telinga," ungkap Angel Chalmers, ahli farmasi asal British.

Kondisi ini yang menyebabkan pembuluh eustachius vakum, sehingga penumpang merasa sedikit kehilangan pendengaran saat berada dalam kabin.

Oleh sebab itu, ada baiknya jika Anda tetap terjaga saat pesawat lepas landas maupun mendarat agar pembuluh eustachius tetap steril dan bebas udara. 

Anda bisa melakukannya dengan membaca buku atau majalah yang tersedia di belakang kursi penumpang agar terhindar dari rasa lelap.









(TIN)