Student Emergency Officer Latih Siswa Lakukan Penanganan Medis Darurat

Farhan Dwitama    •    Selasa, 29 Aug 2017 14:07 WIB
kesehatan anak
Student Emergency Officer Latih Siswa Lakukan Penanganan Medis Darurat
Belasan Siswa SMP ikuti student emergency officer di RS Siloam, Selasa (29/8/2017). (Foto: Metrotvnews.com/Farhan Dwitama)

Metrotvnews.com, Tangerang: Ratusan pelajar di Tangerang ikuti Siloam Student Emergency Officer (SSEO), para pelajar tingkat SMP itu diajarkan melakukan pertolongan medis pada keadaan darurat. Dengan kegiatan ini diharapkan, para siswa mampu melakukan pertolongan awal pada lingkungan terdekat mereka.

Sedikitnya 115 pelajar dari berbagai sekolah di Tangerang, dibekali berbagai materi seperti materi Pertolongan pertama pada kecelakaan (p3k), bantuan hidup dasar, praktik pembalutan luka dan cidera serta Praktik Kebersihan Pribadi dan Cuci Tangan.

Alexander Mutak, Head Business Development Siloam Hospital Lippo Village, menerangkan kegiatan SSEO ini bertujuan untuk memberikan bekal bagi para pelajar di Tangerang, agar mampu melakulan pertolongam medis kepada orang-orang terdekat di lingkungannya. 

"SSEO ini juga merupakan salah satu bentuk tanggung jawab Siloam Hospitals yang tidak hanya memberikan pelayanan atau merawat pasien yang sakit, namun juga memiliki tanggung jawab untuk mengedukasi masyarakat terkait kesehatan," terang Alexander, Selasa (29/8/2017).


(Belasan Siswa SMP ikuti student emergency officer di RS Siloam, Selasa (29/8/2017). Mereka dilatih pertolongan medis darurat. Foto: Dok. Metrotvnews.com/Farhan Dwitama)

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, ucap dia, kali ini para peserta yang berjumlah 115 siswa SMP itu diberikan pembekalan langsung di rumah sakit. 

(Baca juga: Pasien Trauma Butuh Penanganan Cepat dan Tepat)

"Selain mengedukasi cara penanganan medis kepada para siswa, pembekalan materi yang kami gelar di rumah sakit juga supaya anak-anak tidak fobia dengan rumah sakit," ucapnya.

Diterangkannya, program SSEO ini akan berlangsung dalam beberapa sesi, setelah kemarin akan ada 4 sesi lagi yakni; 30 September 2017 untuk tingkat SD, 28 Oktober 2017 untuk pelajar tingkat SMP, 25 Nopember 2017 untuk tingkat SD, dan 9 Desember 2017 untuk tingkat SMP.

Falzzati, siswi kelas 7 Sekolah Menengah Pertama (SMP) Mutiara Insani, dalam kegiatan pembekalan dan praktik pertolongan medis itu terlihat serius memperhatikan tentang cara memberikan pertolongan kepada seseorang yang tiba-tiba pingsan.

"Senang, jadi nambah pengetahuan. Tahu cara-cara bagaimana menolong orang sakit, bagaimana cara memperban luka, jadi seperti dokter cilik," kata dia.











(TIN)