Studi: Gelang Ini Bisa Membantu Melawan Stres

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 31 May 2017 13:45 WIB
studi kesehatan
Studi: Gelang Ini Bisa Membantu Melawan Stres
Sebuah studi menemukan bahwa sebuah gelang bernama doppel dapat membantu melawan stres. (Foto: Kickstarter.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah studi menemukan bahwa sebuah gelang bernama doppel dapat membantu melawan stres. Alat tersebut membantu menyalurkan getaran seperti detak jantung melalui gelang sehingga bisa menurunkan stres. 

Menurut para peneliti, manusia secara alami akan merespons irama seperti tempo lagu sehingga bisa mempengaruhi irama pernapasan dan detak jantung.

Tempo yang lebih lambat dapat memperlambat gairah dan membuat emosi menjadi positif atau tenang. Sementara, ritme yang cepat dapat membangkitkan keadaan emosional seperti gembira, terkejut, takut, atau marah. 



Sebuah penelitian dari University of London di Inggris mencari tahu efek menenangkan dari gelang tersebut. Gelang tersebut didesain untuk mengurangi stres secara aktif dengan menggunakan respons intuitif yang dimiliki semua orang, terutama terkait detak jantung. 

(Baca juga: 5 Penyebab Stres yang Sering Tidak Disadari)

Selain musik, beberapa studi juga melaporkan adanya efek yang mirip dalam merespons irama biologis dan detak jantung kemungkinan ritme biologis paling banyak ditemui di alam.

"Gairah yang tinggi berhubungan dengan detak jantung dimana ketenangan secara psikologis berhubungan dengan detak jantung yang lebih lambat," ujar Manos Tsakiris dari University of London.

Para peneliti membuat para partisipan mengalami situasi stres sosial dan mengukur bagaimana peningkatan psikologis yang dialami berdasarkan tingkat kecemasan.

Dua kelompok partisipan yang menggunakan gelang diminta untuk menyiapkan pidato publik dimana hal tersebut secara konsisten meningkatkan stres. Salah satu kelompok diberi getaran yang lebih lambat daripada detak jantung saat istirahat ketika sedang menyiapkan pidato.



Hasilnya, kelompok tersebut menunjukkan peningkatan respons konduktansi kulit dan tingkat kecemasan yang rendah.

Tsakiris mengungkapkan bahwa gelang tersebut umumnya digunakan untuk mengukur aktivitas keseharian, padahal bisa juga dimanfaatkan untuk melihat bagaimana respons alami terkait detak jantung yang dapat menurunkan stres.








(TIN)