Bayi Prematur Perlu Penanganan Ekstra

   •    Selasa, 12 Sep 2017 11:22 WIB
kesehatan anaktumbuh kembang bayi
Bayi Prematur Perlu Penanganan Ekstra
Ilustrasi. (Metrotvnews.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Angka kelahiran bayi prematur di Indonesia terbilang tinggi. Berdasarkan laporan WHO pada 2012, dari sekitar 4,5 juta kelahiran per tahun, sebanyak 675.700 bayi terlahir prematur.

Dengan jumlah tersebut, Indonesia menempati urutan kelima dengan kasus kelahiran bayi prematur di dunia dan berada di puncak tertinggi sebagai penyumbang terbesar kelahiran bayi prematur di Asia Tenggara.

Dokter Spesialis Anak Rinawati Rohsiswatmo mengatakan bayi prematur adalah bayi yang lahir kurang dari 37 minggu dan beratnya lebih rendah dari 2.500 gram. Bayi prematur ada yang masuk kategori ekstrem, sedang, dan mendekati cukup bulan.

"Bayi prematur yang kurang dari 28 minggu dan beratnya di bawah 1.000 gram kita sebut ekstrem. Sangat sulit menangani bayi seperti ini dan hanya rumah sakit tertentu yang dapat menanganinya," kata Rina, dalam Selamat Pagi Indonesia, Selasa 12 September 2017.

Menurut Rina, meskipun umumnya bayi prematur adalah yang lahir kurang dari 37 minggu dengan berat di bawah 2.500 gram, namun penangannya tidak bisa disamakan. Bahkan bayi yang memiliki berat 1.000 dan 1.500 gram, penanganannya akan berbeda.

Dalam menangani kelahiran bayi prematur, kata Rina, petugas medis bukan hanya bertanggung jawab untuk membantu kelahiran. Namun juga harus memastikan bayi bertumbuh kembang dengan baik paling tidak dalam 1.000 hari pertama kehidupan.

"Pertama menyelamatkan nyawanya dari kegawat-daruratan dan yang tak kalah penting membuat bayi ini tumbuh kembang sempurna seperti bayi yang lahir cukup bulan," katanya.

Usai membantu kelahiran, ujar Rina, kewajiban tenaga medis berikutnya adalah melakukan screening terhadap kondisi mata, telinga, jantung hingga otak. Sayangnya tak semua fasilitas kesehatan mumpuni untuk melakukan itu sehingga menuntut orang tua bayi prematur untuk aktif dan kritis mengenai kondisi bayi.

Rina mengatakan, menolong semua anak terutama yang prematur ada dua hal yang harus diperhatikan. Pertama life saving yaitu menolong mereka dari ketidak mampuan bernafas dan kedua tolong mereka untuk bertumbuh.

"(Kebanyakan) mereka tolong untuk bernapas tapi lupa untuk menolong tumbuh. Padahal saat pendidikannya sudah ada bawa dalam perawatan harus dilihat apakah matanya baik, telinga, otak, dan lain-lain dan sesudah pulang harus terus dipantau betul grafik pertumbuhannya," jelas Rina.




(MEL)