Ini yang Diutarakan oleh Organ Intim Anda

Yatin Suleha    •    Senin, 08 May 2017 19:55 WIB
kesehatan dan produktivitas
Ini yang Diutarakan oleh Organ Intim Anda
Tidak ada jumlah batasan normal bagi cairan di dalam vagina. Ini bisa berubah-ubah sesuai dengan siklus menstruasi Anda. (Foto: Pinterest/Luxurywomen)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pernahkah Anda berpikir mengapa keharuman di organ intim Anda bisa berubah-ubah baunya, atau apakah organ intim Anda butuh udara untuk lingkungannya yang nyaman karena iritasi?

Dilansir dari Rd.com, berikut ini adalah beberapa tanda yang ingin organ intim Anda utarakan pada Anda menurut Dr. Alyssa Dweck, MD, seorang asisten klinikal profesor di Mount Sinai School of Medicine and gynecologist di Westchester County, New York, Amerika Serikat.

(Baca juga: 5 Tips Menjaga Kesehatan Organ Intim Wanita Saat Musim Panas)



1. Mencuci organ intim Anda

Mencuci organ intim Anda tidak perlu sampai menggunakan alat pembersih, termasuk juga dengan semprotan air pancuran. Faktanya di Amerika, satu dari empat wanita, usia 15-44 tahun menggunakan pancuran untuk membersihkan organ intim.

Memandikan organ intim dengan pancuran mandi bisa merubah pH natural vagina Anda, meningkatkan risiko infeksi dan iritasi. Area tersebut cukup dicuci dan basuhkan lembut dengan tangan Anda.

"Vagina Anda bukan sesuatu yang kotor, dan membersihkannya tidak perlu scrubbing apalagi memakai loofah yang kasar, tidak perlu pewangi juga. Terima kasih tidak perlu disemprotkan pewangi dan lainnya," ucap Dr. Dweck.



2. Bau khas
Vagina mengeluarkan cairan rendah PH, dan semen adalah alkaline (tinggi pH), ketika kedua cairan ini bertemu maka bau yang dihasilnya akan khas. Ini menandakan reaksi kimia yang menciptakan bau yang khas. Bau ini bisa berbeda setiap orangnya karena tingkat pH yang berbeda setiap orang.

Dan hal-hal yang mempengaruhinya antara lain ketidakseimbangan ketika Anda terlalu berlebihan membersihkannya dengan air pancuran, atau ketika Anda berendam di dalam bath up penuh sabun.

Ini bisa merubah skala pH Anda. Yang patut Anda curigai jika baunya mirip bau busuk atau bau yang mirip ikan setelah seks. Temui dokter untuk berkonsultasi akan hal tersebut.



3. Cairan berlebih
Hal ini wajar saja. Tidak ada jumlah batasan normal bagi cairan di dalam vagina. Ini bisa berubah-ubah sesuai dengan siklus menstruasi Anda. Siklus-pertengahan bulan, biasanya berwarna mirip putih telur.

"Cairan putih tersebut sebetulnya memudahkan sperma untuk masuk ke dalam vagina, leher rahim, sampai ke rahim sehingga pembuahan bisa terjadi. Jadi cairan Anda bisa saja lebih tebal dan lebih putih," ucap Dr. Dweck.

Yang patut Anda curigai jika ada sinyal keputihan Anda bergumpal seperti keju cottage putih. "Ini pertanda ada infeksi ragi, bau ikan berarti bakteri vaginosis (BV) sebuah tanda bakteri yang berlebihan tumbuh. Warna abu-abu, kuning atau hijau bisa jadi pertanda efek dari gonorrhea, sexually transmitted infection (STI). Untuk kasus ini, Anda perlu berobat ke dokter," pesan Dr. Dweck.






(TIN)