Peran Kelompok Pendukung bagi Penderita Kanker

Sri Yanti Nainggolan    •    Selasa, 11 Jul 2017 15:01 WIB
kanker
Peran Kelompok Pendukung bagi Penderita Kanker
Untuk menggaungkan pentingnya kesadaran masyarakat sekitar terkait kanker payudara, LOVEPINK mengadakan kampanye melalui berbagai rangkaian kegiatan dalam Indonesia Goes Pink (IGP). (Foto: Metrotvnews.com/Yanti)

Metrotvnews.com, Jakarta: Tak mudah bagi seseorang yang dinyatakan menderita kanker untuk menerima kenyataan. Oleh karena itu, tak sedikit dari mereka yang mencari bantuan dan dukungan dari orang sekitar maupun bergabung dengan komunitas yang merasakan hal yang sama.

"Dari pengalaman kami sebagai survivor, kami merasa kebingungan dan untuk mencari informasi terkait kanker yang kami derita di sini, kebanyakan dari luar negeri seperti jurnal dan pengobatan. Apalagi dulu belum ada kelompok pendukung (support group) yang bisa membantu memberi informasi," tukas salah satu pendiri yayasan kanker payudara LOVEPINK dalam konferensi pers Indonesia Goes Pink (IGP), Selasa 11 Juli 2017.

Kini, banyak penderita yang tak lagi ragu untuk bergabung dengan yayasan kanker. Salah satu contohnya adalah LOVEPINK yang setiap hari ketambahan jumlah anggota 2-3 orang. 

(Baca juga: Rofifah, Penderita Kanker yang Bertahan karena Dukungan Ibu)

"Usia yang datang beragam, dari 20-50 tahun, yang kebanyakan dari mereka sudah stadium lanjut. Mereka juga datang dari berbagai segi ekonomi, dari yang tidak mampu sampai mampu sekali, dimana mereka buta sama sekali soal kanker dan merasa kaget ketika tahu mereka terkena kanker," tambahnya. 

Untuk menggaungkan pentingnya kesadaran masyarakat sekitar terkait kanker payudara, LOVEPINK mengadakan kampanye melalui berbagai rangkaian kegiatan dalam Indonesia Goes Pink (IGP) yang melibatkan penderita, penyitas, kerabat dan keluarga dengan puncak acara pertandingan lari Pink Run pada 7-8 Oktober 2017 di Nusa Dua, Bali.

"Kami memilih lari karena dalam olahraga tersebut ada ketekunan dan tujuan. Sama seperti penderita kanker yang hanya memiliki dua pilihan, ingin sembuh atau tidak. Jika iya, harus punya semangat untuk tekun berobat," tukas Samantha Barbara selaku wakil ketua IGP pada kesempatan yang sama.  

Ia berharap, para partisipan dapat saling bertukar informasi, mendapatkan ilmu, dan menginspirasi satu sama lain dalam kegiatan tersebut. Sulit bagi penderita untuk melawan penyakit ini tanpa dukungan moril dan juga pengetahuan terkait penyakit dalam proses pengobatan.








(TIN)