Penyebab Bayi Lahir dengan Berat Badan Rendah

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 10 Aug 2017 18:05 WIB
kesehatan
Penyebab Bayi Lahir dengan Berat Badan Rendah
(Foto: Amazonaws)

Metrotvnews.com, Jakarta: Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 menyebutkan bahwa prevalensi bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) di Indonesia adalah 10,2 persen. Berat badan bayi saat lahir yang ideal adalah lebih dari 2.500 gram.

Salah satu penyebab dari hal tersebut adalah asupan asam folat yang tak terpenuhi saat sedang hamil.

Kesimpulan tersebut didapat dari data UNICEF Indonesia (2012) yang menyebutkan bahwa sebanyak 81 persen bumil yang mendapatkan atau membeli tablet folic acid di tahun 2010, hanya 18 persen yang benar-benar mengonsumsinya.

"Padahal, asupan asam folat yang cukup juga dapat mengurangi risiko kematian bayi atau lahir cacat hingga 70 persen," ujar Lesley Braun selaku Direktur Blackmores Institute dalam temu media Kalbe Blackmores Nutrition (KBN), Kamis (10/8/2017).

Ia menambahkan, salah satu mikronutrien tersebut dapat membantu menurunkan angka kematian bayi baru lahir dan di bawah 50 tahun secara signifikan.

Asam folat berfungsi sebagai kofaktor untuk reaksi penting dalam sel yang diperlukan dalam sintesis asam nukleat DNA. Selain itu, asam folat juga mampu mencegah neural tube defect (NTD) atau cacat bawaan yang timbul akibat tidak sempurnanya penutupan tabung saraf.

Kekurangan asam folat sendiri dapat berdampak buruk pada bayi karena menghambat pertumbuhan janin dimana hal tersebut dapat berdampak pada NTD, kelahiran dini (prematur), dan BBLR.

 


(DEV)