Perokok Pasif juga Berpotensi Terkena Penyakit Kardiovaskular

Raka Lestari    •    Selasa, 05 Jun 2018 14:37 WIB
tips kesehatan
Perokok Pasif juga Berpotensi Terkena Penyakit Kardiovaskular
(Foto: Shutterstock)

Jakarta: Merokok merupakan salah satu penyebab penyakit kardiovaskular yang dapat meningkatkan kemungkinan cacat dan kematian. Karbon monoksida dalam asap tembakau mengurangi jumlah oksigen dalam darah yang berfungsi menjaga jumlah  emoglobin normal. 

Nikotin dalam rokok merangsang tubuh untuk memacu aktivitas sistem saraf simpatis sehingga jantung berdetak lebih cepat dan tekanan darah meningkat.

Menurut data WHO  2015, lebih dari sepertiga anak laki-laki usia 13-15 tahun di Indonesia mengonsumsi produk tembakau. Lebih dari 3,9 juta anak antara usia 10-14 tahun menjadi perokok setiap tahun, dan setidaknya 239 ribu anak di bawah umur 10 tahun sudah mulai merokok. 

“Yang menyedihkan ialah bahwa sebagian besar perokok berasal dari keluarga miskin dan usia produktif. Faktanya, perokok bukan hanya membahayakan diri sendiri tetapi juga orang di sekelilingnya yang menjadi perokok pasif dan third-hand smoker, yaitu mereka yang bersentuhan dengan benda-benda yang terkena paparan asap rokok,” ujar Laksmiati A. Hanafiah, Ketua III Yayasan Jantung Indonesia, dalam acara Peringatan Haru Tanpa Tembakau Sedunia 2018 di kantor PERKI, Jakarta Barat, Selasa, 5 Juni 2018.

Dr Ade Meidian Ambari, SpJP, FIHA menambahkan, jika kepala keluarga merupakan perokok, maka peluang anggota keluarga lainnya untuk menderita penyakit kardiovaskular juga meningkat. 

Untuk itu, pengendalian konsumsi tembakau harus dilakukan secara holistik dan terintegrasi baik oleh pemerintah maupun masyarakat. 

"Pendidikan tentang bahaya tembakau dapat dimulai dari keluarga, sekolah dan komunitas-komunitas sehingga kita dapat menghindari munculnya generasi penerus konsumen zat adiktif ini," pungkas Laksmiat.





(DEV)