Bayi Lebih Banyak Bermimpi Dibandingkan Orang Dewasa

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 04 Apr 2018 12:15 WIB
studi kesehatan
Bayi Lebih Banyak Bermimpi Dibandingkan Orang Dewasa
(Foto: Shutterstock)

Jakarta: Jam tidur bayi jauh lebih banyak dari orang dewasa, bahkan bisa dua kali lipat pada awal kelahiran, yaitu sekitar 16 jam. Namun tahukah Anda bahwa mereka bermimpi selama terlelap?

"Sama seperti orang dewasa, bayi perlu memulihkan tubuh dan otak. Kita semua melalui siklus tidur: pertama kita mengantuk, kemudian tidur ringan, dimana kita mudah terbangun di fase ini," ujar Dr Alan Greene, Profesor Pediatri di Universitas Stanford, dilansir dari Mother and Baby. 

Kemudian, masuk ke fase tidur yang lebih dalam, di mana otak berisitirahat dan mengalami pemulihan, sebelum kembali ke fase tidur ringan. 

"Setiap siklus terjadi sekitar 90 menit, namun siklus pada bayi jauh lebih cepat di mana bayi berpindah dari tidur ringan ke fase lebih dalam setiap 50 menit."

Inilah penyebab bayi memiliki periode tidur ringan lebih banyak, fase dimana mimpi muncul. "Anak-anak lebih sering bermimpi daripada orang dewasa, tetapi bayi yang paling banyak."

Terkait hal yang dimimpikan, Professor Greene percaya bahwa mimpi membantu bayi memahami pengalaman mereka. 

"Bayi dapat mendengar dan mencium saat dalam kandungan, dan saat bermimpi dalam kandungan, ia sedang mengolah dunia ketubannya dan berusaha memahaminya. Proses tersebut terbawa ketika bayi lahir, di mana semuanya baru dan luar biasa."

Meskipun bayi tak bisa memberitahu apa mimpi mereka, orang tua bisa melihatnya dari ekspresi si kecil saat terbangun. Jika bahagia dan tersebut, kemungkinan ia mengalami mimpi indah. Namun, jika rewel dan menangis, maka itu berarti ia tak suka dengan pengalaman saat tertidur. 

Lihat video:




(DEV)