Sering Lupa Jadi Pertanda Demensia?

Sri Yanti Nainggolan    •    Minggu, 05 Aug 2018 08:29 WIB
demensia
Sering Lupa Jadi Pertanda Demensia?
(Foto: Shutterstock)

Jakarta: Sifat lupa sering dikaitkan dengan gejala demensia. Namun, demensia tak hanya dicirikan dengan kehilangan memori. Terdapat beberapa pertanda lain seperti perubahan perilaku, penurunan kognitif yang menyebabkan kebingungan dan disorientasi, delusi dan halusinasi, kesulitan dalam berkomunikasi, masalah dalam menilai kecepatan dan jarak, dan sebagainya.

Menurut psikiater dan seksolog Dr Sanghanayak Meshram, sifat lupa normal bukan tanda demensia.

“Kami sering melupakan hal-hal, seperti kunci mobil, ponsel bahkan nama orang-orang penting. Tetapi hal-hal ini tidak menunjukkan bahwa seseorang menderita demensia atau bahkan demensia dini. Itu hanya tentang sikap ceroboh yang merupakan ciri kepribadian banyak orang."

"Ingat, demensia bukan tentang kelupaan selektif. Jadi, jika Anda lupa nama sepanjang waktu dan salah menaruhkan ponsel Anda tetapi ingat apa yang Anda makan dan dapat merawat diri sendiri tanpa menjadi berantakan, Anda mungkin tidak menderita demensia," terangnya. 

Pada demensia, fungsi otak mulai memburuk secara keseluruhan. Beberapa contohnya adalah lupa nama dan kemudian menjadi bingung dengan arah. Bahkan, ia menjadi lupa dengan apa yang baru saja dilakukannya. 

Demensia berarti otak gagal untuk mendaftarkan memori baru-baru atau membuat jalur saraf baru untuk menyimpannya. Bahkan, orang yang menderita kondisi ini mungkin ingat hal-hal yang telah terjadi 30 tahun lalu tetapi gagal untuk mengingat kembali jika mereka makan.

Seringkali, mereka tidak mengenali anggota keluarga, rumah, dan teman mereka. Ingatan mereka membuat mereka percaya bahwa mereka hidup di era tiga dekade yang lalu. Inilah sebabnya, kebanyakan orang lanjut usia, yang menderita kondisi ini, lari dari rumah mereka, mencari tempat tinggal lama mereka dan sering ditemukan bingung dan tersesat di persimpangan jalan.

Lalu, apakah kelupaan dalam keseharian yang umum dialami orang-orang bisa menjadi penyebab atau pertanda demensia di kemudian hari?

"Apakah Anda akan menderita kehilangan ingatan atau lupa pada usia lanjut sulit diprediksi. Namun, ada beberapa faktor risiko yang dapat membuat seseorang rentan terhadap riwayat keluarga demensia, tekanan darah, diabetes, alkoholisme, defisiensi nutrisi tertentu adalah sebagian dari mereka," kata Dr Meshram.




(DEV)