Tidur Cukup Memperlambat Penuaan Jantung

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 07 Jun 2018 16:11 WIB
kesehatanstudi kesehatantidur
Tidur Cukup Memperlambat Penuaan Jantung
Tidur cukup tak hanya mampu menjaga kesehatan secara keseluruhan, tetapi juga memperlambat penuaan jantung. (Foto: Vladislav Muslakov/Unsplash.com)

Jakarta: Tidur cukup tak hanya mampu menjaga kesehatan secara keseluruhan, tetapi juga memperlambat penuaan jantung. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa tidur tujuh jam per hari dapat memperlambat penuaan jantung sehingga risiko penyakit kardiovaskular pun ikut menurun. 

Tidur kurang dari tujuh jam berhubungan dengan percepatan penuaan jantung. Sementara, tidur lebih dari durasi tersebut dapat membantu menurunkan gangguan yang berhubungan dengan jantung. 

"Hasil penelitian ini penting karena mereka mendemonstrasikan metode kuantatif pada inklusi durasi tidur dalam membentuk dan komunikasi risiko kardivaskular pada individu," tukas Julia Durmer dari Emory University di Georgia, Amerika Serikat. 

Studi yang dipublikasi dalam jurnal Sleep tersebut mengumpulkan data dari 12.775 orang berusia 30-75 tahun. Mereka melaporkan durasi tidur yang diklasifikasi pada lima kategori: lima jam atau kurang, enam, tujuh, depalan, sembilan, dan atau lebih. 


(Tidur kurang dari tujuh jam berhubungan dengan percepatan penuaan jantung. Sementara, tidur lebih dari durasi tersebut dapat membantu menurunkan gangguan yang berhubungan dengan jantung. Foto: Alex Bl?jan/Unsplash.com)

(Baca juga: 3 Langkah Agar Lebih Mudah Tidur)

Para peneliti menggunakan alogaritme usia jantung Framingham spesifik jenis kelamin untuk mengalkulasi usia jantung tiap partisipan dan menggunakan regresi linear atau logistik multivariabel untuk menilai hubungan antara durasi tidur dan penuaan usia jantung. 

Hasilnya, rata-rata penuaan usia jantung melambat pada mereka yang tidur tujuh jam dalam periode 24 jam. 

National Sleep Foundation dari Amerika Serikat menyebutkan bahwa kurang tidur dapat meningkatkan risiko gangguan kardiovaskular dan jantung koroner karena faktor usia, berat badan, kebiasaan merokok, dan olahraga. 

Tidur terlalu sedikit menyebabkan gangguan pada kondisi kesehatan dan proses biologis seperti metabolisme glukosa, tekanan darah, dan peradangan. 




(TIN)