Studi: Makan Keju Tidak Menimbulkan Risiko Masalah pada Jantung

Raka Lestari    •    Selasa, 07 Aug 2018 11:49 WIB
kesehatan
Studi: Makan Keju Tidak Menimbulkan Risiko Masalah pada Jantung
Sebuah penelitian baru berpendapat bahwa lemak jenuh yang ditemukan dalam produk susu seperti susu dan keju tidak akan meningkatkan risiko masalah jantung. (Foto: Angela Pham/Unsplash.com)

Jakarta: Ada banyak orang yang berpendapat bahwa mengonsumsi susu dan berbagai produk susu lainnya, seperti keju dapat berdampak pada kesehatan seseorang terutama dalam penyakit kardiovaskular.

Namun sebuah penelitian baru berpendapat bahwa lemak jenuh yang ditemukan dalam produk susu seperti susu dan keju tidak akan meningkatkan risiko seseorang mengalami masalah jantung di kemudian hari. 

Penelitian yang terdapat dalam The American Journal of Clinical Nutrition ini dilakukan selama 22 tahun. Para peneliti menilai 2.907 orang dewasa berusia 65 atau lebih, dan tidak ada yang memiliki penyakit kardiovaskular apapun.

Konsentrasi asam lemak yang ditemukan dalam plasma darah peserta dievaluasi pada awal penelitian pada tahun ke-6 dan tahun ke-13. 


(Sebuah penelitian baru berpendapat bahwa lemak jenuh yang ditemukan dalam produk susu seperti susu dan keju tidak akan meningkatkan risiko seseorang mengalami masalah jantung di kemudian hari. Foto: Herson Rodriguez/Unsplash.com)

(Baca juga: Dua Langkah Ini Paling Efektif untuk Menjaga Kesehatan Jantung)

Temuan mereka menunjukkan bahwa orang-orang dengan tingkat asam lemak yang tercatat lebih tinggi dalam darah mereka memiliki risiko 42 persen lebih rendah mengalami kematian akibat stroke.

Selain itu asam heptadekanoat yang ditemukan dalam darah, yang merupakan bentuk asam lemak jenuh, dikaitkan dengan penurunan risiko kematian yang disebabkan oleh penyakit kardiovaskular.

"Temuan kami tidak hanya mendukung, tetapi juga secara signifikan memperkuat bukti yang menunjukkan bahwa lemak susu, tidak meningkatkan risiko penyakit jantung atau kematian secara keseluruhan pada orang dewasa atau orang yang lebih tua," kata Marcia Otto, Ph.D, penulis utama studi dan asisten profesor di UTHealth School Public Health.

"Selain tidak berkontribusi pada kematian, hasilnya menunjukkan bahwa asam lemak yang ada dalam susu dapat menurunkan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular terutama dari stroke," ujar Otto.

"Selama ini konsumen telah terpapar dengan informasi yang sangat berbeda dan bertentangan tentang diet, terutama dalam kaitannya dengan lemak," katanya.





(TIN)