Benarkah Protein Nabati Lebih Baik Dibandingkan Hewani?

Raka Lestari    •    Senin, 23 Apr 2018 17:32 WIB
diet
Benarkah Protein Nabati Lebih Baik Dibandingkan Hewani?
(Foto: Shutterstock)

Jakarta: Daging dikenal dengan kandungan proteinnya yang cukup tinggi. Namun, konsumsi secara berlebihan dapat memberi masalah pada kesehatan jantung. 

Penelitian menunjukkan bahwa terlalu sering mengonsumsi daging dapat meningkatkan risiko penyakit jantung sebesar 60 persen. Berbeda dengan protein nabati yang memiliki manfaat baik bagi tubuh.

Para peneliti menyelidiki efek dari sumber protein yang berbeda-beda terhadap jantung, dan menemukan bahwa orang yang banyak makan protein dari daging meningkatkan risiko yang tinggi penyakit kardiovaskular. Sedangkan protein dari kacang dan biji-bijian dihubungkan dengan penurunan penyakit kardiovaskular sebesar 40 persen.

"Meningkatkan asupan protein menjadi cara untuk hidup lebih sehat. Namun, utamakan memilih protein dari tumbuh-tumbuhan, terutama biji-bijian atau kacang dibandingkan daging," ujar salah setu penulis studi tersebut, Dr Gary Fraser, dilansir dari News Week.

Meskipun lemak dalam makanan dianggap penyebab utama penyakit kardiovaskular, protein juga memiliki dampak untuk memengaruhi terjadinya penyakit tersebut. Fraser menjelaskan bahwa daging merah dapat membawa risiko penyakit jantung sedangkan kacang dan biji-bijian dapat melindungi jantung.

Ia juga menambahkan bahwa "lemak jahat" pada daging dan "lemak baik" dalam kacang bisa memengaruhi risiko seseorang terkena penyakit kardiovaskular, salah satunya adalah penyakit jantung.


Lihat video:




(DEV)