Banyak Orang Berolahraga demi Makanan Berkalori

Sri Yanti Nainggolan    •    Sabtu, 21 Apr 2018 16:02 WIB
olahragatips berolahraga
Banyak Orang Berolahraga demi Makanan Berkalori
Banyak Orang Berolahraga demi Makanan Berkalori (Foto: istock)

Jakarta: Tak semua orang berolahraga untuk menjadi sehat. Beberapa di antaranya bahkan melakukan aktivitas fisik tersebut untuk bisa makan dengan bebas.

Sebuah studi  yang dilakukan merk camilan Yushoi menemukan bahwa 38 persen wanita berolahraga agar bisa mengonsumsi makanan kesukaan tanpa menambah berat badan. Sementara, empat dari 10 orang akan berolahraga terlebih dahulu sebelum bersenang-senang teman teman di malam hari.

Tiga dari 10 pria juga pergi ke gym agar bisa menikmati pola makan berkalori.

"Untuk beberapa orang, pergi ke gym atau berlari adalah sesuatu yang mereka suka. Namun, beberapa orang lain melakukannya supaya bisa menikmati sisi lain kehidupan, terutama kehidupan sosial dan pola makan," terang juru bicara Mike Walker.

Menurutnya, hal ini berkaitan dengan keseimbangan dalam hal makanan dan olahraga.

"Orang terlalu banyak memberi tekanan pada diri mereka sendiri, tetapi hidup adalah tentang menikmati dan menyeimbangkan apa yang Anda nikmati dan apa yang baik untuk Anda."

Penelitian terhadap 2.000 orang tersebut menemukan 86 persen partisipan menikmati  makanan berkalori. Artinya, delapan dari 10 orang melihat pola makan dan olahraga sebagai tindakan penyeimbang.

Makanan yang paling digemari adalah coklat, sebagai hadiah karena telah berolahraga, disusul dengan kue, pizza, makanan khas China.

Anggur, kari dan keripik juga termasuk di antara 10 makanan terbaik yang dinikmati orang sebagai imbalan untuk berolahraga.

Hampir separuh orang Inggris bahkan mengaku memikirkan tentang makanan dan minuman ketika mereka masih di gym, melamun tentang pizza atau keripik ketika mereka berolahraga.

Orang-orang juga cenderung berolahraga terlebih dahulu untuk mendapatkan makanan dan minuman kemudian daripada mengkonsumsi camilan dan kemudian pergi ke gym untuk menebusnya.

Satu dari tiga orang mengakui bahwa mereka hanya melihat makanan atau minuman yang disukai jika merasa tidak melakukan cukup olahraga. Sementara, tiga dari 10 orang menolak undangan untuk keluar malam karena mereka tahu mereka tidak akan punya waktu untuk berolahraga sebelum mengonsumsi kalori.

Penelitian yang dilakukan via OnePoll tersebut juga menemukan 15 persen partisipan akan menari lebih dari biasanya pada malam hari untuk mencoba dan menebus kalori yang dikonsumsi, sementara 31 persen akan berjalan daripada naik kendaraan umum.

 


(ELG)