Hindari Kebiasaan Ini karena Bisa Memicu Serangan Panik

Raka Lestari    •    Senin, 30 Jul 2018 12:53 WIB
psikologi
Hindari Kebiasaan Ini karena Bisa Memicu Serangan Panik
Berikut ini adalah beberapa hal yang menjadi pemicu serangan panik. (Foto: Tim Gouw/Unsplash.com)

Jakarta: Serangan panik atau panic attack bisa terjadi secara tiba-tiba, tetapi sering kali dipicu oleh pola pikir negatif dan kebiasaan emosional yang tidak sehat. Ada perbedaan besar antara merasa gugup dan serangan panik. 

"Serangan panik adalah keadaan ketakutan atau panik yang tiba-tiba muncul," jelas terapis yang berbasis di Kota Oklahoma, Thai-An Truong, LPC, LADC.

Menurut Truong, gejala yang paling umum adalah peningkatan denyut jantung, palpitasi jantung, nyeri dada, berkeringat, gemetar, kesulitan bernapas, dan hiperventilasi. 

Apa yang menyebabkan serangan panik tergantung pada individu, jadi mengidentifikasi pemicu serangan panik pribadi Anda dapat membantu Anda untuk mengelolanya. Dikutip dari Reader's Digest, berikut ini adalah beberapa hal yang menjadi pemicu serangan panik.

(Baca juga: Lima Cara untuk Menghentikan Serangan Panik)

1. Pemikiran emosional
Pemikiran yang emosional adalah dengan menyimpulkan bahwa respons emosional Anda menilai sesuatu itu benar, terlepas dari fakta atau bukti yang ada. "Anda merasakannya, jadi Anda pikir itu benar," jelas Truong. Misalnya, Anda merasa bersalah tentang sesuatu, jadi Anda menyimpulkan Anda harus bersalah meskipun sama sekali tidak ada bukti bahwa Anda telah melakukan kesalahan.


(Apa yang menyebabkan serangan panik tergantung pada individu, jadi mengidentifikasi pemicu serangan panik pribadi Anda dapat membantu Anda untuk mengelolanya. Foto: Victor Rodvang/Unsplash.com)

2. Menghabiskan terlalu banyak waktu di media sosial
Truong mengatakan menggunakan sosial media untuk berkomunikasi dengan teman-teman Anda memang bagus, tetapi itu dapat memicu Anda untuk membandingkan diri sendiri dengan orang lain yang dapat menyebabkan pikiran negatif. Mengamati postingan orang lain di sosial media dapat membuat Anda merasa rendah diri yang memicu serangan panik.

3. Berpikir berlebihan
"Memikirkan sesuatu secara berlebihan dapat membuat pola pikir yang mengarah ke rasa cemas berlebih, terutama jika itu membuat Anda memikirkan masa depan yang negatif atau mempercayai bahwa Anda melakukan sesuatu hal yang bersifat negatif," kata Truong.

4. Menunda-nunda
Truong juga menjelaskan meskipun menunda-nunda dapat mengurangi kecemasan jangka pendek, itu dapat membuat Anda kecanduan dan memicu serangan panik. "Jika Anda menunda sesuatu yang tidak ingin Anda lakukan untuk mengejar hal yang lebih menyenangkan, Anda akan merasa lebih baik dalam jangka pendek," kata Truong. 

"Tapi konsekuensi jangka panjang dapat menyebabkan kepanikan jika itu menciptakan proses berpikir katastropik seperti 'sekarang saya akan gagal sekolah, atau saya akan gagal, atau saya akan kehilangan pekerjaan saya,' dan lain-lain."




(TIN)