Studi: Satu dari Empat Bumil Alami Gangguan Mental

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 05 Jan 2018 12:19 WIB
kesehatankehamilan
Studi: Satu dari Empat Bumil Alami Gangguan Mental
Sebuah studi dari King's College London di Inggris menemukan bahwa satu dari empat ibu hamil (bumil) menderita masalah kesehatan mental. (Foto: Pixabay.com)

Jakarta: Sebuah studi dari King's College London di Inggris menemukan bahwa satu dari empat ibu hamil (bumil) menderita masalah kesehatan mental. 

Para peneliti merekrut 545 bumil untuk menghadiri pertemuan ante-natal dalam pelayanan kehamilan di London Tenggara antara November 2014 hingga Juni 2016. 

Para bidan menanyai dua pertanyaan seputar suasana hati mereka dengan menanyakan 10 poin kuesioner. Hasilnya, satu dari empat wanita mengalami masalah kesehatan selama kehamilan.

Sebanyak 11 persen mengalami depresi, 15 persen mengalami kecemasan, 2 persen mengalami masalah makan, 2 persen mengalami gangguan kompulsif-onsesif, dan banyak diantara mereka yang mengalami beberapa masalah sekaligus. 

Para peneliti percaya bahwa pertanda dari tekanan mental tersebut sering tak disadari karena bumil merasa sangat bahagia dengan kehamilan yang dialami. 


(Sebuah studi dari King's College London di Inggris menemukan bahwa satu dari empat ibu hamil (bumil) menderita masalah kesehatan mental. Foto: Pixabay.com)

"Ini adalah masa dimana banyak perubahan. Ada renegosiasi besar identitas wanita, kecemasan tentang menjadi ibu seperti apa dia, dan kadang-kadang mengaktifkan kembali masalah dari masa kecilnya sendiri. Ini semua adalah pemicu potensial, trauma lama dan masalah yang sudah ada sebelumnya dapat kembali."

(Baca juga: Studi: Stres Saat Hamil Pengaruhi Pertumbuhan Bayi)

Kehamilan bisa menjadi masa kerentanan dan trauma fisik, dan efek dari masalah kesehatan mental selama itu bisa bertahan lama, baik pada ibu maupun anaknya.

"Bila Anda mengalami stres saat hamil, itu akan menyebabkan perubahan kadar hormon stres seperti kortisol dan adrenalin," kata Dr Rosan. Beberapa studi menunjukkan bahwa hal tersebut bisa berdapmpak pada perkembangan bayi, seperti pada pencapaian akademik dan masalah hubungan sosial. 

Studi tersebut menunjukkan bahwa hal ini umum terjadi bagi bumil dan menyoroti pentingnya bagi bumil untuk mengajikan pertanyaan yang tepat di tempat yang tidak menghakimi. Sangat penting bagi bumil untuk diberikan akses ke layanan kesehatan mental spesialis kehamilan dengan cepat, terutama saat mereka membutuhkannya. 









(TIN)