Menyendiri Ternyata Dapat Memicu Hal Ini

Torie Natalova    •    Jumat, 01 Dec 2017 14:45 WIB
psikologi
Menyendiri Ternyata Dapat Memicu Hal Ini
Menurut para ilmuwan dari University of Buffalo di Amerika, satu jenis kesendirian tertentu atau yang dikenal sebagai unsociability dapat membantu meningkatkan kreativitas Anda. (Foto: Pixabay)

Jakarta: Terkadang, Anda mungkin ingin menyendiri dan menolak ajakan teman-teman untuk sekedar makan malam bersama. Jika ini pernah atau sering terjadi, jangan khawatir karena sebuah penelitian baru mengatakan bahwa menghabiskan waktu sendirian dapat memberi Anda manfaat yang cukup besar.

Menurut para ilmuwan dari University of Buffalo di Amerika, satu jenis kesendirian tertentu atau yang dikenal sebagai unsociability dapat membantu meningkatkan kreativitas Anda.

Studi tersebut mengeksplorasi alasan mengapa orang memutuskan untuk tidak ikut serta dalam interaksi sosial. 

Sementara beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak orang menarik diri secara sosial karena masalah seperti kecemasan atau rasa malu, di penelitian ini tim menemukan bahwa 295 peserta yang ikut penelitian tidak memiliki masalah kecemasan atau malu.

(Baca juga: Tips Menikmati Kesendirian sebagai Jomblo)


(Menurut para ilmuwan dari University of Buffalo di Amerika, satu jenis kesendirian tertentu atau yang dikenal sebagai unsociability dapat membantu meningkatkan kreativitas Anda. Foto: Pixabay)

Pada dasarnya, orang-orang tersebut memilih untuk menghabiskan waktu sendirian bukan karena mereka antisosial tapi karena mereka benar-benar menikmati kesendirian. Dan sepertinya, waktu sendiri atau "me time" dapat membantu mereka lebih kreatif.

Menurut peneliti, mereka tidak melakukan interaksi tapi juga tidak terlihat untuk menolak ajakan dari teman-temannya. Karena itu, mereka mungkin sudah cukup mendapatkan interaksi dari teman sehingga ketika mereka sendirian, mereka lebih menikmati saat-saat kesendirian itu.

Mereka pun bisa berpikir kreatif dan mengembangkan gagasan baru seperti artis yang sedang berada di studio atau akademisi di kantornya.

Peneliti menambahkan, selama bertahun-tahun, unsociability telah ditandai sebagai bentuk penarikan sosial yang relatif lebih lembut. Tapi, dengan temuan baru yang menghubungkannya dengan kreativitas, unsociability ini bisa dibilang bentuk anti sosial yang membawa dampak positif bagi penderitanya.









(TIN)