Enggan Beranjak dari Kasur di Pagi Hari, Kemungkinan Pertanda Depresi Atipikal

Sri Yanti Nainggolan    •    Minggu, 05 Nov 2017 07:53 WIB
tidur
Enggan Beranjak dari Kasur di Pagi Hari, Kemungkinan Pertanda Depresi Atipikal
Kelebihan tidur adalah salah satu subtipe dari gangguan suasana hati yang sulit diidentifikasi karena tidak masuk dalam gejala klasik. (Foto: Adi Goldstein/Unsplash.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Mengantuk karena kurang tidur adalah hal yang wajar. Namun bagaimana jika Anda sudah tidur cukup bahkan lebih dari delapan jam, dan tetap enggan beranjak dari kasur? Kemungkinan Anda mengalami depresi atipikal.

Kelebihan tidur adalah salah satu subtipe dari gangguan suasana hati yang sulit diidentifikasi karena tidak masuk dalam gejala klasik. 

"Bukannya kurang tidur atau hilang nafsu makan, Anda justru tidur dan makan berlebih," tukas Gail Saltz selaku editor psikologi kontributor di Health. 



Selain itu, ketika mengalami depresi atipikal, seseorang tak selalu merasa sedih. Suasana hati bisa meningkat secara temporer ketika mengalami kejadian positif atau mendengar kabar baik. Hal tersebut membuat gangguan yang dialami terlihat semakin samar, seperti kurang motivasi untuk memulai hari. 
 
Menurut Michelle B. Riba, MD, direktur asosiasi dari University of Michigan Comprehensive Depression Center, depresi sendiri sulit untuk diidentifikasi karena umumnya gejala fisik muncul lebih dulu dibandingkan gejala psikologis. 

(Baca juga: 3 Langkah Agar Lebih Mudah Tidur)

"Banyak orang akan datang ke dokter, mengeluh tentang masalah tidur atau sakit kepala, tanpa menyadari bahwa itu adalah gangguan suasana hati, karena mereka tak merasa suasana hati menurun. Tak semua gejala depresi terjadi sekaligus," papar Riba. 



Lalu, apa yang harus dilakukan bila sudah cukup tidur namun masih ingin terlelap? Riba menyarankan untuk mengunjungi dokter untuk pengobatan lebih lanjut dan memastikan apakah Anda mengalami depresi dengan mengisi Patient Health Questionnaire.

"Dokter kemungkinan akan bertanya kapan atau bagaimana gejala muncul, dan apakah ada kejadian penting yang membuat Anda berubah. Ia juga akan menanyakan tentang riwayat kesehatan Anda dan keluarga terkait beberapa gejala depresi seperti sulit konsentarasi, nyeri, atau ingin tidur sebagai pelarian."

Seperti depresi pada umumnya, depresi atipikal bisa diobati dengan obat-obatan dan terapi bicara. Namun, sulit beranjak dari kasur di pagi hari tak selalu berarti gangguan suasana hati. Bisa jadi itu adalah pertanda penyakit lain seperti anemia atau tiroid. Oleh karena itu, sebaiknya Anda memastikannya ke dokter. 










(TIN)