Perbedaan Bed Rest di Rumah Sakit dan di Rumah

Yatin Suleha    •    Selasa, 27 Nov 2018 07:00 WIB
kehamilan
Perbedaan Bed Rest di Rumah Sakit dan di Rumah
Kapan pasien perlu bed rest di rumah ataupun perlu perawatan di rumah sakit? Dr. Purnawan Senoaji, MD, SpOG menerangkan lebih lanjut. (Foto: Freestocks.org/Unsplash.com)

Jakarta: Salah satu hal yang juga meresahkan ibu hamil adalah jika harus bed rest. Menurut dr. Purnawan Senoaji, MD, SpOG, bed rest adalah mengurangi aktivitas fisik berat dan memperbanyak istirahat. 

Lalu kapan pasien perlu bed rest di rumah ataupun perlu perawatan di rumah sakit? Ternyata sangat tergantung dari kondisi pasien dan kemungkinan komplikasinya. 

Dr. Purnawan menjelaskan yang disebut bed rest total adalah jika pasien dirawat di rumah sakit, yaitu dalam kondisi perlu pengobatan dan penanganan di mana jika tidak dilakukan rawat inap, maka komplikasi tidak dapat dihindarkan. 

(Baca juga: Ketahui Kondisi Bumil yang harus Bed Rest)


(Kapan pasien perlu bed rest di rumah ataupun perlu perawatan di rumah sakit? Ternyata sangat tergantung dari kondisi pasien dan kemungkinan komplikasinya. Foto: Daiga Ellaby/Unsplash.com)

Sedangkan yang umum disebut sebagai bed rest di rumah adalah mengurangi aktivitas tubuh dan memperbanyak istirahat. 

Jika bumil tak bed rest
Dalam bed rest total (kondisi parah), termasuk pecah ketuban, perdarahan, kontraksi, dan lemahnya kondisi mulut rahim. 

Dr. Purnawan menekankan bahwa bed rest total di rumah sakit benar-benar harus dilakukan, jika tidak dilakukan maka komplikasi akan terjadi.

- Kasus pecah ketuban dini usia prematur, jika tidak bed rest total maka persalinan akan terjadi.
- Kasus perdarahan pada kasus plasenta previa, jika dibiarkan maka perdarahan makin aktif dan akan mengancam ibu dan janin
- Kasus ancaman keguguran, jika tidak bed rest dan pengobatan, maka kemungkinan keguguran makin tinggi.




(TIN)