Mengenal Depresi Postpartum, Gangguan yang Diidap Adele Pasca Melahirkan

Nia Deviyana    •    Selasa, 01 Nov 2016 12:19 WIB
kamus kesehatan
Mengenal Depresi Postpartum, Gangguan yang Diidap Adele Pasca Melahirkan
(Foto: Reuters)

Metrotvnews.com, Jakarta: Penyanyi Adele mengaku sudah menghentikan kebiasaan merokok dan berhasil mengurangi kebiasaan minum anggur sejak dikaruniai anak.

Namun, belum banyak yang tahu bahwa pelantun Someone Like You ini pernah berjuang melawan depresi postpartum usai melahirkan.

"Aku mengalami depresi postpartum setelah melahirkan anakku, dan itu membuatku takut," ungkapnya dalam wawancara bersama Vanity Fair.

Apa itu depresi postpartum?

Proses melahirkan bayi memberi perasaan bahagia sekaligus kecemasan bagi ibu. Bahkan tak jarang yang mengalami depresi.

Banyak ibu baru mengalami sindrom baby blues pasca melahirkan, yang ditandai dengan berubahnya suasana hati, gelisah, cemas, cepat marah, merasa kewalahan, mudah menangis, sulit berkonsentrasi, nafsu makan berkurang, dan sulit tidur. Baby blues terjadi dua atau tiga hari setelah melahirkan, dan berlangsung hingga 2 minggu.

Kondisi baby blues yang terus berlanjut lebih dari dua minggu akan berkembang menjadi depresi postpartum. Dan inilah yang dialami Adele.

Depresi postpartum mengganggu kemampuan ibu dalam merawat bayi dan melakukan tugas-tugasnya.


"Kau tak ingin bersama anakmu, kau juga cemas dan takut apa yang kau lakukan akan menyakiti anakmu, kau juga cemas dan takut tak bisa mengerjakan tugasmu dengan baik," ucap penyanyi asal Inggris ini.

Pada depresi postpartum, ibu juga akan merasa kelelahan dan kehilangan energi yang luar biasa, merasa tak berharga, tak mampu berpikir dengan jernih.

Jika tidak ditangani, depresi postpartum bisa berlangsung selama berbulan-bulan, dan berkembang lagi menjadi postpartum psikosis, dengan gejala yang sama dengan depresi postpartum, namun kali ini muncul keinginan untuk menyakiti diri sendiri atau bayi.

Kapan harus memeriksakan diri ke dokter?


Tak semua ibu mau mengakui bahwa mereka mengalami tekanan usai melahirkan. Segera periksakan diri Anda jika jika gejala yang disebutkan di atas tidak kunjung membaik selama dua minggu dan justru semakin memburuk.


(DEV)