Merasa Jatuh Saat Tidur? Ini Penyebabnya

Torie Natalova    •    Senin, 14 Nov 2016 17:01 WIB
kesehatan
Merasa Jatuh Saat Tidur? Ini Penyebabnya
Otak Anda pada dasarnya tertidur sebelum tubuh Anda, dan ini membuat salah tafsir otot Anda yang rileks sebagai tanda Anda terjatuh. (Foto: Womenshealthmag)

Metrotvnews.com, Jakarta: Setelah lelah beraktivitas seharian, akhirnya Anda bisa merebahkan badan Anda di kasur dan tidur. Tetapi, saat memulai tidur, Anda tiba-tiba tersentak bangun karena perasaan yang sangat nyata Anda terjatuh dan menyebabkan tubuh mengejang.

Apa yang sebenarnya terjadi?

Kedutan yang terjadi di lengan, kaki atau bahkan seluruh tubuh Anda disebut "sleep starts" atau "hypnic jerk", kata ahli tidur Michael Breus. Jangan panik, karena ini biasa terjadi dan tidak berbahaya.

Bahkan, National Sleep Foundation memperkirakan, hingga 70 persen dari Anda mengalami hypnic jerk pada beberapa waktu atau kesempatan. Terkadang, Anda tidak mengingat kapan hal tersebut terjadi karena Anda dalam kondisi hampir tidur.

(Baca juga: Kualitas Tidur Berpengaruh Terhadap Inteligensi)

Penyebab pasti dari kondisi ini memang tidak jelas. Namun, teori dasarnya adalah bahwa sistem saraf Anda beralih ke mode tidur. Seperti, rileks, detak jantung melambat, suhu tubuh menurun, pergeseran otot, yang menyebabkan berkedut.

Teori lainnya mengatakan, otak Anda pada dasarnya tertidur sebelum tubuh Anda, dan ini membuat salah tafsir otot Anda yang rileks sebagai tanda Anda terjatuh.

Menurut Breus, kondisi ini dipicu dengan frekuensi waktu tidur yang terus bekurang. Semakin kurang waktu tidur Anda, semakin cepat otak Anda tertidur, dan dapat menyebabkan hypnic jerk.

Sehingga, pastikan waktu tidur Anda memenuhi waktu normal yakni delapan jam setiap malam dan pastikan Anda mengutamakan waktu tidur Anda. Hindari minum kopi di atas jam 2 siang, buat tubuh rileks dengan baca buku, hindari minuman beralkohol dan atasi stres Anda untuk bisa tidur nyenyak dan menghindari hypnic jerk.






(TIN)

Video /