Olahraga Rutin Meningkatkan Pikiran Positif

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 16 Jun 2017 16:30 WIB
olahraga
Olahraga Rutin Meningkatkan Pikiran Positif
Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa wanita yang berolahraga selama setengah jam memiliki peningkatan yang signifikan terhadap sudut pandang para wanita pada pencitraan tubuh. (Foto: Pinterest/Absburner)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah studi menemukan bahwa sesi olahraga tunggal selama 30 menit dapat memberi efek positif secara langsung pada wanita yang merasa tubuh mereka buruk sehingga membuat mereka merasa kuat dan lebih langsing.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa wanita yang berolahraga selama setengah jam memiliki peningkatan yang signifikan terhadap sudut pandang para wanita pada pencitraan tubuh dibandingkan dengan mereka yang tak berolahraga.

Selain itu, efek positif pada mereka yang bisa bertahan olahraga selama 20 menit setelahnya adalah merasa menjadi lebih kuat dan lebih kurus.

(Baca juga: Manfaat Olahraga di Pagi Hari)

"Wanita, secara umum, memiliki kecenderungan untuk merasa negatif pada tubuh mereka," ujar Kathleen Martin Ginis, Professor di University of British Columbia - Okanagan, Kanada.

Ia menambahkan, hal tersebut menjadi perhatian karena citra tubuh yang buruk dapat memberi implikasi berbahaya pada kesehatan fisik dan psikologis termasuk meningkatnya risiko menjadi semakin rendah diri, depresi, dan gangguan makan. Studi ini mengindikasikan bahwa olahraga dapat memberi efek positif langsung.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Psychology of Sport and Exercise tersebut membandingkan persepsi citra tubuh dan fisik dari wanita yang melakukan olahraga aerobik selama 30 menit dengan mereka yang hanya duduk dan membaca saja.

"Kita semua pernah merasa tak senang dengan tubuh kita. Studi ini menunjukkan satu cara untuk merasa lebih baik dengan cara olahraga dimana efek yang muncul segera muncul," kata Ginis.

Menurutnya, perasaan kuat dan bertenaga setelah wanita berolahraga merangsang dialog internal yang membangun.

"Hal tersebut seharusnya menghasilkan pemikiran dan perasaan positif tentang tubuh mereka yang membuang semua prasangka umum yang buruk," tutupnya. 







(TIN)