Pengalaman Rachel Amanda sebagai Penyintas Gangguan Tiroid

Sri Yanti Nainggolan    •    Sabtu, 22 Jul 2017 16:43 WIB
tiroid
Pengalaman Rachel Amanda sebagai Penyintas Gangguan Tiroid
Rachel Amanda (Foto: metrotvnews/yanti)

Metrotvnews.com, Jakarta: Aktris Rachel Amanda (22) mengaku bahwa dirinya adalah seorang penyintas gangguan tiroid.

Gangguan tiroid adalah masalah pada bagian tiroid terkait beberapa hal seperti pada fungsi (hipertiroid atau hopotiroid), adanya benjolan (kista), dan kerena kekurangan zat yodium.  

"Pertama kali menyadari ketika kelas 3 SMA. Saat itu berat badan turun drastis. Awalnya senang karena kebanyakan cewek kan ingin kurus ya," tukasnya dalam konfrensi pers dan seminar edukator 'Sehatkah Tiroidmu? di Jakarta.

Ketika itu, penurunan yang dialami mencapai 6-7 kilogram sehingga berat badan yang awalnya 48-49 kg menjadi 43-44 kg. Namun, ia juga mengalami beberapa perubahan lain yang cukup mengganggu aktivitas sehari-hari seperti leher membengkak, irama jantung cepat, dan tak kuat berdiri dalam waktu lama.

Setelah memeriksakan ke dokter, pemeran utama dalam film I Love You, Om (2006) tersebut mendapatkan obat dan merasa kembali stabil. Namun, ternyata juga ditemukan tumor pada bagian tiroid karena hormon tidorid yang ada dalam tubuhnya berlebihan (hipertiroid).

"Pada seminggu awal, saya merasa syok. Karena selama ini kanker itu selalu berhubungan dengan sesuatu yang mengerikan. Saya jadi benci kalau pagi dan malam hari karena kepikiran terus," terangnya.

Akhirnya, pada tahun 2014 ia pun menjalani operasi. Meskipun hanya tiroid bagian kanan yang mengalami pembengkakan, dokter memutuskan untuk mengambil bagian kiri juga karena sudah ada anak sel (kanker).

Setelah menjalani operasi, Amanda menjadi kekurangan tiroid dalam tubuh (hipotiroid) sehingga ia harus rutin mengkonsumsi obat setiap hari agar tidak muncul gejala yang dapat mengganggu aktivitas sehari-harinya seperti mudah lelah dan lebih peka pada cuaca dingin.  

Kini, sebagai penyitas yang bergabung dalam komunitas peduli tiroid Pita Tosca, Amanda gencar melakukan edukasi pada orang-orang di sekitarnya.

"Teman-teman di kampus yang tahu saya pernah terkena penyakit tiroid suka tanya-tanya sama saya kalau mereka merasa ada yang aneh dengan leher mereka," tambahnya.

Mahasiswa Jurusan Psikologi di Universitas Indonesia tersebut juga memberi pesan pada orang-orang pentingnya deteksi dini sebuah penyakit.

"Paling penting adalah deteksi dini. Sejujurnya saya adalah orang yang cuek, yang pertama sadar itu Mama, ada benjolan di leher," ungkapnya.

 
(ELG)