Aequorin dalam Ubur-ubur Dapat Memperlambat Kemunduran Sel-sel Otak

   •    Rabu, 19 Jul 2017 17:32 WIB
kesehatan
Aequorin dalam Ubur-ubur Dapat Memperlambat Kemunduran Sel-sel Otak
Ilustrasi olahan ubur-ubur. (Foto: Red cook)

Metrotvnews.com, Jakarta: Jenis makanan yang berasal dari laut seperti cumi-cumi, udang, ikan, maupun kepiting mungkin sudah biasa bagi sebagian besar orang. Namun tahukah Anda bahwa makhluk laut lain seperti ubur-ubur juga dapat dikonsumsi dan kandungan gizinya tak kalah dengan seafood lain?

Tentu tidak semua jenis ubur-ubur layak dikonsumsi. Beberapa dari jenis mereka justru dapat menimbulkan gangguan kesehatan seperti gatal-gatal. Ubur-ubur jenis Haisom biasanya yang paling umum dan bisa dikonsumsi. 

Ubur-ubur merupakan sumber makanan yang mengandung protein, kalsium, rendah lemak dan juga rendah kalori. Omega-3 yang terkandung dalam ubur-ubur dapat berfungsi sebagai anti-inflamasi.

"Salah satu zat yang penting dalam ubur-ubur itu aequorin. Aequorin dapat memperlambat kemunduran sel-sel otak terutama fungsi memori otak. Terutama bagi pasien yang menderita parkinson atau alzheimer," ujar Spesialis Gizi Klini dr. Jenni Kusumo, dalam Healthy Life, Minggu 16 Juli 2017. 

Tak hanya itu, ubur-ubur juga bisa menjadi sumber anti-aging karena kandungan kolagennya yang cukup tinggi yang dapat menjaga elastisitas dan kecantikan kulit.

Melihat bentuk ubur-ubur yang kenyal dan transparan dapat dipastikan bahwa hewan laut ini memiliki kandungan air yang sangat tinggi. Bahkan 95 persen tubuh ubur-ubur terdiri dari air sehingga memerlukan proses untuk membuat tekstur dan kandungan gizinya layak dikonsumsi.

Ubur-ubur biasanya akan dikeringkan sebelum diolah menjadi aneka penganan. Pengeringan umumnya akan dibantu oleh pemberian garam untuk mempercepat pengurangan kandungan air pada ubur-ubur.

"Efek sampingnya tentu kadar natrium menjadi tinggi jadi orang dengan hipertensi harus hati-hati mengonsumsi ubur-ubur yang tinggi kadar natriumnya," jelas Jenni.




(MEL)