Cukupi Asam Folat, Cegah Kecacatan Janin

Media Indonesia    •    Rabu, 12 Oct 2016 12:05 WIB
tips kesehatan
Cukupi Asam Folat, Cegah Kecacatan Janin
(Foto: Daily Mail)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kecukupan nutrisi mutlak diperlukan ibu hamil untuk mendukung perkembangan janin dalam kandungan. Salah satu zat penting yang sangat dibutuhkan dalam perkembangan janin ialah asam folat. Kekurangan zat tersebut semasa kehamilan berisiko kecacatan pada bayi yang dilahirkan.

Hal itu diungkapkan dokter spesialis kandungan dan kebidanan Boy Abidin dalam seminar Prenagen Pregnancy Educational Journey (PPEJ) di Jakarta, Sabtu (1/10).

"Kekurangan asam folat selama kehamilan bisa menimbulkan neural tube defect (NTD) atau tak sempurnanya penutup tabung saraf pada janin," ujarnya pada acara yang dihadiri ratusan pasangan orangtua itu.

Ia menjelaskan kelainan itu dapat membuat bayi terlahir dengan cacat bawaan seperti anensefali, yakni kondisi ketika sebagian besar tulang tengkorak dan otak tidak terbentuk. Selain itu, bisa juga menyebabkan cacat spina bifida atau kelainan pada bagian tulang belakang yang gagal tertutup dengan baik.

Boy menjelaskan asam folat yang juga dikenal sebagai vitamin B9 itu banyak terdapat pada sayuran hijau, jeruk, dan biji-bijian. Susu persiapan kehamilan dan susu kehamilan umumnya juga dilengkapi dengan asam folat.

Ia mengingatkan mencukupi kebutuhan asam folat sebaiknya dilakukan sebelum masa kehamilan mengingat pembentukan sistem saraf pada janin terjadi pada awal-awal kehamilan yang mungkin belum disadari seorang ibu. "Risiko NTD pada janin dapat berkurang 50%-70% seandainya ibu mengonsumsi asam folat sebelum masa kehamilan," kata Boy.

Tentu saja, bukan hanya asam folat yang harus dicukupi. Kebutuhan akan zat gizi lain seperti karbohidrat, protein, lemak, mineral, dan vitamin lainnya juga harus dipenuhi. Karena itu, Boy menyarankan ibu hamil agar menerapkan pola makan sehat.

Jauhi rokok

Pada kesempatan itu, Boy juga mengingatkan ibu hamil agar menjauhi rokok. Zat-zat dalam rokok bisa membahayakan janin. "Termasuk para suami, kalau merokok jangan dekat-dekat istri yang sedang hamil. Kalau pulang kerja ganti baju dan bersihkan badan dulu karena asap rokok yang menempel di baju, wajah, dan tubuh juga bisa terhirup oleh istri," saran Boy.

Selama kehamilan, seorang ibu juga disarankan untuk tidak mengecat rambut dan memakai kosmetik berlebihan, apalagi yang tidak terjamin keamanannya. "Pewarna rambut dan kosmetik tersebut mungkin mengandung zat yang berbahaya bagi janin."

Ibu hamil disarankan tidur minimal 6-8 jam per hari dan menghindari aktivitas fisik berlebih. "Kalau shopping, secukupnya saja.

"Olahraga yang memperkuat jantung dan pernapasan disarankan bagi ibu hamil, tapi tidak boleh berlebihan. "Pilih yang low impact, kalau bisa berenang. Jalan kaki di air juga bagus. Stretching juga dibolehkan.

"Yang juga penting, pesan Boy, periksakan kehamilan secara teratur untuk mengetahui perkembangan janin dan mendeteksi dini kelainan yang mungkin timbul. Selain Boy, seminar itu menghadirkan psikolog anak dan keluarga Roslina Verauli dan pakar stimulasi anak Irene F Mongkar sebagai pembicara. Selain seminar, kegiatan PPEJ yang digelar merek susu Prenagen itu menghadirkan kelas-kelas edukasi bertema khusus, seperti persiapan kehamilan, menyusui, dan nutrisi sehat.


(DEV)