Minyak Kanola Mampu Atasi Obesitas Sentral

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 11 Nov 2016 12:15 WIB
studi kesehatan
Minyak Kanola Mampu Atasi Obesitas Sentral
Kris-Etherton menyarankan untuk mengonsumsi minyak kanola dalam bentuk pelengkap atau tambahan seperti pada saus pada salad atau campuran smoothie. (Foto: Independent)

Metrotvnew.com, Jakarta: Sebuah penelitian menemukan bahwa penggunaan minyak kanola dapat membantu mengurangi lemak perut dalam waktu empat minggu. 

Berasal dari biji tanaman kanola, minyak tersebut memiliki kurang dari setengah lemak jenuh jika dibandingkan dengan minyak zaitun dan dapat mengatasi lemak yang sulit dihilangkan pada bagian perut. Bagaimana bisa demikian?

Minyak kanola kaya akan asam lemak tak jenuh tunggal yang bisa memberikan efek menguntungkan pada komposisi tubuh, terutama bagi mereka yang obesitas. 

(Baca juga: Atasi Nyeri Haid dengan Minyak Zaitun)

"Lemak pada perut meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, dan penyakit terkait metabolisme dan diabetes. Lemak tak jenuh tunggal dalam minyak kanola menurunkan lemak ini yang memiliki efek kesehatan yang berlawanan," ujar Penny M. Kris-Etherton, profesor di bidang nutrisi dari Penn State.

Studi tersebut melakukan tes pada efek dari lima campuran minyak sayuran yang berbeda yaitu kanola biasa, kanola dengan asam oleic tinggi, kanola tinggi oleic dengan DHA (salah satu jenis asam omega 3), jagung, dan rami. Setiap partisipan yang mengalami obesitas sentral diminta untuk mengkonsumsi dua smoothie yang dicampurkan dengan minyak tersebut setiap hari. 

Setelah satu bulan menjalani pola makan tersebut, Kris-Etherton dan rekannya menemukan bahwa partisipan yang mengonsumsi minyak kanola biasa atau minyak kanola dengan asam oleic tinggi mengalami penurunan badan hingga 11 kg. 

Mereka juga melaporkan bahwa lemak yang hilang pada bagian perut tersebut tidak diretribusikan pada bagian tubuh lain. 

"Aturan umum, Anda tak bisa menargetkan untuk menurunkan lemak pada bagian tubuh tertentu. Namun, asam lemak tak  jenuh tunggal sepertinya khusus menargetkan pada lemak perut," tambahnya. 

Kris-Etherton juga menyarankan untuk mengonsumsi minyak kanola dalam bentuk pelengkap atau tambahan seperti pada saus pada salad atau campuran smoothie. 






(TIN)