Mengapa Wanita Pekerja Rentan Anemia?

Yatin Suleha    •    Selasa, 08 Nov 2016 15:15 WIB
kesehatan
Mengapa Wanita Pekerja Rentan Anemia?
35 persen wanita pekerja Indonesia mengalami anemia. (Foto: Pixabay)

Metrotvnews.com, Jakarta: Anemia di Indonesia diperkirakan sebagian besar terjadi akibat defisiensi atau kekurangan zat besi. Hal ini karena kurangnya mengonsumsi makanan kaya sumber zat besi. 

Bahan makanan sebagian besar penduduk Indonesia berasal dari nabati, sementara zat besi dari nabati lebih sulit diserap oleh tubuh. Akibatnya, rata-rata makanan penduduk Indonesia mengandung lebih sedikit rendah dari kebutuhan.

(Baca juga: 45 Persen Karyawan Pabrik di Subang Alami Anemia)

Prevelansi persentase anemia di Indonesia sendiri menurut Prof. Dr. Endang L. Achadi, MPH, DrPH, dan DR. Dr. Yustina Anie Indriastuti, MSc, SpGK, yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI) melalui slide "Indonesia Bebas Anemia" antara lain didapatkan data:

- Laki-laki usia 13-18 tahun: 12.4 persen

- Laki-laki usia di atas 15 tahun: 16.6 persen

- Perempuan usia 13-18 tahun: 22.7 persen

- Perempuan usia 15 tahun-49 tahun: 22.7 persen

- Ibu hamil: 37.1 persen

Dalam slide yang sama juga didapatkan bahwa 35 persen wanita pekerja Indonesia mengalami anemia. Hal ini menurut keterangan dari slide yang sama yaitu wanita pekerja membutuhkan zat besi lebih banyak untuk melakukan aktivitas sehari-hari, baik sebagai pekerja maupun pekerjaan di rumah.

Hal lain yang membuat wanita pekerja rentan mengalami anemia antara lain siklus menstruasi, periode kehamilan, dan masa menyusui.

Alasan lainnya juga adalah pola hidup yang tidak sehat yaitu, kurangnya konsumsi makanan yang mengandung zat besi. Masalah pola tidur yang tidak teratur dan kurangnya istirahat juga dapat menyebabkan daya tahan tubuh turun, sehingga mudah terjangkit penyakit infeksi.






(TIN)