Orang Usia Lanjut yang Sering Berhubungan Seks, Berisiko Komplikasi Jantung

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 08 Sep 2016 16:06 WIB
seks dan kesehatan
Orang Usia Lanjut yang Sering Berhubungan Seks, Berisiko Komplikasi Jantung
(Foto: Women's Health)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah studi terbaru menemukan korelasi antara frekuensi berhubungan seks pada usia tua terhadap kesehatan jantung. Dalam penelitian menyebutkan, terlalu sering berhubungan seksual meningkatkan risiko komplikasi jantung.


Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Health and Social Behavior tersebut meneliti 2.204 orang berusia 57-85 tahun. Para responden kembali diwawancara lima tahun kemudian untuk melihat bagaimana dampak seks terhadap kesehatan dalam jangka waktu panjang.

Hasilnya, mereka yang aktif berhubungan cenderung mengalami masalah jantung dibandingkan mereka yang tidak aktif.

"Laki-laki berusia tua yang sangat menikmati kehidupan seksual, memiliki risiko kardiovaskular dibandingkan mereka yang tidak," ujar pemimpin studi Hui Liu, profesor sosiologi di  Michigan State University seperti dikutip Time. (Baca: Wanita Lansia Aktif Seks Hidup Lebih Bahagia)

Hal sebaliknya terjadi pada perempuan. Dikatakan peneliti, perempuan yang aktif dan puas secara seksual justru berhasil menurunkan tekanan darah tinggi beberapa tahun kemudian.

Penelitian tersebut hanya menemukan satu hubungan antara kepuasan ekstrem seks dan masalah jantung sehingga masih belum terdefinisi secara luas. Oleh karena dibutuhkan studi lebih lanjut untuk melihat keuntungan dan kelebihan dari seks, dan apakah usia memberi pengaruh.

Liu merekomendasikan lansia mengkonsultasikan masalah seks pada dokter.

Secara keseluruhan, laki-laki yang lebih tua memiliki lebih banyak komplikasi seksual dibandingkan pria muda.

Liu berpendapat, tenaga yang keluar untuk mencapai orgasme kemungkinan merupakan penyebab terjadinya masalah jantung. Namun, laki-laki bisa mendapatkan bantuan dari obat-obatan untuk meningkatkan performa seksual seperti terapi testosteron.
 
Lihat juga: Membina Lansia dengan 'CERDIK'


 



(DEV)