Menghentikan Kebiasaan Menggigit Kuku pada Anak

Dhaifurrakhman Abas    •    Selasa, 13 Nov 2018 15:33 WIB
perkembangan anak
Menghentikan Kebiasaan Menggigit Kuku pada Anak
Dalam beberapa kasus, menggigit kuku bisa berarti pertanda rasa gugup yang berlebihan. (Foto: Caroline Hernandez/Unsplash.com)

Jakarta: Mungkin Anda merupakan orang tua yang sedang bertanya mengapa sang buah hati seringkali menggigiti kuku jari tangannya?

Alasan umum yang sering dilontarkan adalah karena rasa bosan dan kebiasaan. Namun sebetulnya hal itu terjadi karena anak sedang menetralisir rasa gugup yang sedang dia alami atau disebut “nervous habit”.

Bukan hanya menggigit kuku, perilaku tersebut juga dibarengi menghisap jempol, mengupil, memelintir rambut dan menggertak gigi. Hal ini sebetulnya tidak berdampak buruk pada anak Anda. Tapi Jika dibiarkan, kebiasaan ini bisa berlangsung hingga dewasa.

Nah, jika Anda berniat menghentikan kebiasaan tersebut Parenting Educator Janis Keyeser memiliki jawabannya. Menurutnya, sebelum Anda menghentikan kebiasaan itu.

Identifikasi faktor yang membuat anak gugup

Orang tua harus mengetahui beberapa permaslahan yang membuat anak gugup. Menurut Keyeser, biasanya yang membuat anak menjadi gugup adalah perceraian, sekolah baru, ataupun suasana keramaian dan riuh. 

Ketika Anda sudah memastikan penyebabnya, sediakan ruang diskusi agar anak bisa bercerita secara nyaman.

(Baca juga: Cara Menghilangkan Kebiasaan Menggigit Kuku)


(Alasan umum yang sering dilontarkan adalah karena rasa bosan dan kebiasaan. Namun sebetulnya hal itu terjadi karena anak sedang menetralisir rasa gugup yang sedang dia alami atau disebut “nervous habit”. Foto: Levi Saunders/Unsplash.com)

Jangan memarahi anak

Sampai anak Anda sendiri yang ingin menghentikan perilaku tersebut, marah bukan ide yang baik alias percuma. Sebeb kebiasaan menggigit kuku itu merasuk alam bawah sadar anak Anda.

Menurut Keyeser, cara yang lebih baik adalah memberikan aturan perlahan. Misal, dilarang menggigit jari saat makan malam sedang berlangsung.

Bantu ketika anak menginginkan berhenti

Jika anak anda merasa teman-temannya mengolok kebiasaan itu, biasanya Anak akan berhenti. Tetapi sekali lagi, kebiasan itu terjadi di bawah alam bawah sadar anak.

Untuk itu, Anda musti turun tangan untuk membantu. Pertama, bantu dia untuk berhenti dengan cara berbincang. Katakan jika Anda akan tetap menyayangi Anak meskipun sering menggigit jari.

Lalu, berikan beberapa alternatif pengganti kebiasan tersebut. Misal memberikan memberikan mainan silikon saat anak ingin menggigit jari.

Kapan harus mengkhawatirkan nervous habit?

Dalam beberapa kasus, menggigit kuku bisa berarti pertanda rasa gugup yang berlebihan. Segera konsultasikan ke dokter jika anak Anda menggigit kuku jarinya hingga berdarah.

Atau ketika anak menggigit kuku sambil melakukan perilaku kecemasan lain seperti, menarik rambut hingga mengganggu pola tidur anak.




(TIN)