Jenis Kelamin Memiliki Peran Mengembangkan Potensi Kanker Otak?

Anggi Tondi Martaon    •    Jumat, 29 Jun 2018 14:07 WIB
studi kesehatankanker otak
Jenis Kelamin Memiliki Peran Mengembangkan Potensi Kanker Otak?
Para peneliti menemukan perbedaan genetik antara pria dan wanita cukup signifikan pada tiga wilayah dalam genom. (Foto: Rawpixel/Unsplash.com)

Jakarta: Menurut sebuah penelitian yang dirilis dalam laman Eurekalert yang dilakukan tim dari Fakultas Kedokteran Case Western Reserve University bersama konsorsium peneliti internasional, menemukan bahwa pria dan wanita memiliki faktor risiko genetik yang berbeda untuk mengembangkan glioma, jenis tumor otak ganas primer yang paling umum di Amerika Serikat.

"Temuan ini dapat memberikan jalan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang perbedaan jenis kelamin dalam insiden tumor otak, dan mungkin juga menyarankan berbagai mekanisme dan jalur penyakit," kata Jill Barnholtz-Sloan, Associate Director untuk Bioinformatika di Pusat Kasus Komprehensif Kanker saat dikutip dari laman yang sama.

Para peneliti menemukan perbedaan genetik antara pria dan wanita cukup signifikan pada tiga wilayah dalam genom. Perbedaan tersebut juga terlihat jenis tumor, yaitu glioblastoma vs non-glioblastoma.

(Baca juga: Fakta dan Gejala Kanker Otak)


(Menurut sebuah penelitian yang dirilis dalam laman Eurekalert yang dilakukan tim dari Fakultas Kedokteran Case Western Reserve University bersama konsorsium peneliti internasional, menemukan bahwa pria dan wanita memiliki faktor risiko genetik yang berbeda untuk mengembangkan glioma, jenis tumor otak ganas primer yang paling umum di Amerika Serikat. Foto: Jorge Flores/Unsplash.com)

"Ada satu di mana itu jelas terkait dengan peningkatan risiko pada laki-laki, satu di mana itu jelas terkait dengan peningkatan risiko pada perempuan, dan satu di mana itu terlihat pada laki-laki dan perempuan, tetapi tampaknya memiliki asosiasi yang lebih kuat pada perempuan," kata Barnholtz-Sloan.

Meskipun pada awal proses penelitian hanya untuk melihat dari sisi perbedaan berbasis seks, analisis terbaru ini dapat membantu tes genetik yang dapat membantu dokter menilai risiko pasien untuk kanker otak berdasarkan jenis kelamin.

Lebih jauh, Barnholtz-Sloan mengaku terkejut setelah peneliti menemukan wilayah genom berpotensi besar mengembangkan glioma, khususnya glioblastoma pada wanita. 

"Daerah ini sebelumnya tidak dikaitkan dengan glioma, meskipun penelitian terkait genom lain yang serupa telah mengidentifikasi asosiasi di wilayah ini untuk berbagai sifat, termasuk beberapa penyakit autoimun, serta peningkatan usia saat menarche (saat dimulainya menstruasi pada wanita)," sebut Barnholtz-Sloan.




(TIN)