Tiga Hal yang Terjadi Ketika Stres Memengaruhi Otak

Sri Yanti Nainggolan    •    Selasa, 02 Oct 2018 16:57 WIB
kesehatan mental
Tiga Hal yang Terjadi Ketika Stres Memengaruhi Otak
(Foto: Livestrong)

Jakarta: Stres adalah salah satu hal yang mustahil untuk dihindari. Namun, bukan berarti Anda tidak bisa menghadapinya.

Mengapa Anda harus memanajemen stres agar tidak berkembang menjadi depresi? Ada beberapa cara stres dalam memengaruhi menimbulkan respons tertentu. Bagaimanakah prosesnya?

1. Stres meningkatkan irama jantung dan memicu perubahan aliran darah dalam tubuh 

Ketika otak mendapat tekanan, terjadi pengiriman lebih banyak darah ke organ dan otot. Para ahli mengatakan bahwa pada keadaan stres, tubuh dapat mengirimkan suplai darah maksimum ke paru-paru, otak dan otot besar seperti kaki, lengan dan organ-organ indera termasuk mata, telinga dan hidung. 

Pada saat yang sama, aliran darah ke kulit otomatis menjadi lebih rendah dan membuat tangan dan kaki berkeringat dingin. Aliran darah ke sistem pencernaan juga menurun sehingga menyebabkan gangguan mual dan pencernaan, diare dan sembelit. Karena lebih sedikit darah yang dikirim oleh otak ke sistem pencernaan, produksi air liur pun berkurang dan mulut lebih kering. 

2. Stres mengalahkan pemikiran logis
  
Menurut para ahli, otak mengaktifkan wilayah yang lebih primitif dan emosional, disebut sistem limbik, daripada pusat otak yang lebih rumit saat stres. Sistem limbik adalah bagian yang memoderasi emosi dan reaksi. 

Ketika diaktifkan selama stres, wilayah tersebut melampaui bagian otak yang lebih rasional dan menekan konsentrasi, memori jangka pendek, pemikiran rasional dan penghambatan. Kemudian, otak dipaksa untuk bertindak tanpa pengaturan kebijaksanaan, memori, penilaian dan logika dan sebagian besar reaksi berubah berdasarkan pada emosi mentah.

3. Stres mengonsumsi bahan kimia otak

Jika Anda menderita stres berulang yang parah, bahan kimia di otak yang mengirimkan pesan dari satu sel saraf ke sel saraf lainnya akan cepat habis. Akibatnya, otak menjadi lamban dan tidak efisien. 

Hal tersebut juga mengakibatkan beberapa masalah kesehatan mental seperti depresi, gangguan tidur, kesulitan dalam berkonsentrasi, kesulitan dalam belajar, linglung, kesulitan dalam pengambilan keputusan, perilaku obsesif atau kompulsif, meningkatkan permusuhan, kekhawatiran dan rasa bersalah. (The Health Site)

Lihat video:







(DEV)