Beragam Jenis Penyakit Autoimun yang Perlu Kamu Tahu

   •    Kamis, 05 Apr 2018 13:27 WIB
kesehatan
Beragam Jenis Penyakit Autoimun yang Perlu Kamu Tahu
Ilustrasi. (Thinkstock)

Jakarta: Penyakit autoimun terjadi saat antibodi yang seharusnya melindungi tubuh dari berbagai penyakit justru berbalik menyerang. Antibodi yang terkena penyakit autoimun tidak dapat membedakan mana kawan dan lawan sehingga sistem imun dalam tubuh menjadi terganggu. 

Dokter Spesialis Alergi dan Autoimun Iris Rengganis mengungkapkan sampai saat ini penyebab penyakit autoimun belum diketahui. Namun berdasarkan teori, pencetusnya bisa berbagai macam.

"Bisa karena infeksi, faktor hormonal, lingkungan, dan genetik. Genetik sebenarnya tidak terlalu banyak, mungkin hanya 30 persen," ungkapnya, dalam Selamat Pagi Indonesia, Kamis, 5 April 2018.

Iris mengatakan lupus adalah penyakit autoimun yang paling diderita oleh sebagian besar masyarakat di semua negara. Bahkan di Amerika Serikat 50 juta penduduknya merupakan penyintas penyakit autoimun. Penyakit ini dikenal juga dengan sebutan seribu wajah.

Gejala yang ditimbulkan pun sangat umum. Seperti nyeri sendi yang terus berpindah dan terasa timbul tenggelam, merasa lelah, dan setelah sedikit dipijat gejala akan hilang namun suatu saat akan kembali timbul. 

"Gejalanya umum sekali makanya dibilang seribu wajah. Awalnya sulit dideteksi tapi kemudian gejala lain mulai muncul seperti rambut rontok atau sariawan berulang yang tak wajar dan lama sembuhnya. Biasanya orang kemudian datang ke dokter barulah diperiksa di laboratorium," ungkap dia.

Iris menambahkan ada lebih dari 100 jenis penyakit autoimun namun yang paling banyak ditemukan selain lupus adalah celiac, yakni tubuh tidak bisa menoleransi konsumsi gluten, diabetes tipe 1, dan kelelahan otot. 

Selain itu jenis lain penyakit autoimun bisa berupa rematik atau penyakit autoimun yang menyerang sendi.

Kemudian psoriasis yang disebabkan pertumbuhan sel kulit baru yang sangat cepat sehingga menumpuk di permukaan kulit, radang usus yang menyebabkan pembengkakan di saluran pencernaan, dan skeloris ganda yang menyerang lapisan pelindung saraf sehingga menimbulkan kerusakan dan memengaruhi otak serta sum-sum tulang belakang.




(MEL)