Gemuk dan Sehat, Mungkinkah?

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 19 Jul 2017 07:00 WIB
kesehatan
Gemuk dan Sehat, Mungkinkah?
Menurut salah seorang dokter gizi klinis, perlu dilihat pengertian gemuk dan sehat tersebut. (Foto: Pinterest/healthinpictures.blogspot.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pernahkah Anda mendengar istilah obesitas sehat? Apakah menurut Anda hal tersebut mungkin? Menurut salah seorang dokter gizi klinis, perlu dilihat pengertian sehat dalam konsep apa istilah tersebut.

"Sehat dilihat dari sudut pandang mana dulu. Biasanya karena kadar kolesterol, gula darah, asam urat, SGPT dan SGOT (berhubungan dengan fungsi hati)," tukas dr. Samuel Oetoro, MS SpGK (K) dalam peluncuran Herbilogy, Selasa (18/7/17) lalu.



Jika orang obesitas normal pada pemeriksaan tersebut, perlu diperiksa beberapa hal lain yang lebih mendalam, seperti mediator inflamasi yang memerlukan pemeriksaan laboratorium pada high-sensitivity C-reactive protein (hs-CRP), interleukin-6 (IL-6), tumor necrosis factor-alpha (TNF-α) dan lain-lain. 

(Baca juga: Pentingnya Menjaga Kesehatan Kaki bagi Penderita Diabetes)

Menurut dokter yang praktek di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi tersebut, mediator inflamasi akan dilepaskan oleh sel lemak yang membesar dan berjumlah berlebih dimana proses pelepasan tersebut akan membutuhkan waktu yang lama. 

"Kalau gejala inflamasi belum muncul, maka orang obesitas tak akan merasa apa-apa, merasa sehat," ungkapnya. 

Selain itu, alasan mengapa tekanan darah pada orang obesitas juga masih baik-baik saja adalah karena belum pada tahap perusakan vaskuler. 

Nantinya, tekanan pembuluh darah tepi (perifer) akan mengalami pengerasan dimana berakibat pada pengerasan jantung yang menjadi kesulitan memompa karena aliran darah tak lancar. Disinilah terjadi perusakan mediator inflamasi. 

Oleh karena itu, dr. Samuel menyarankan agar mereka yang obesitas namun masih merasa sehat sebaiknya mawas diri. 



Di satu sisi, pemeriksaan secara mendalam ini belum sepenuhnya dilakukan oleh fasilitas kesehatan. Mengapa demikian?

"Pemeriksaan general belum mencapai tahap ini karena belum umum dan biaya yang mahal, nanti pasien bisa jadi malah komplain," terangnya.










(TIN)