Hilangkan Kebiasaan Makan Larut Malam dengan Cara Ini

Yatin Suleha    •    Senin, 17 Jul 2017 09:00 WIB
tidur
Hilangkan Kebiasaan Makan Larut Malam dengan Cara Ini
Menurut Kimberly Hershenson, LMSW, seorang terapis spesialis eating disorders dan body image juga mengatakan bahwa kurang tidur bisa juga berakibat terhadap sulitnya menentukan makanan untuk disantap. (Foto: Elli-O/Unspalsh.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pernahkah Anda makan jauh di atas jam makan malam? Ternyata kebiasaan makan larut malam ini ada hubungan dengan rasa stres yang Anda rasakan. Namun, jangan khawatir karena para peneliti punya cara ampuh untuk mengobati acara makan malam Anda yang "berantakan" tersebut.

Sebuah grup peneliti dari Michigan State University dan juga dipublikasikan dalam the Journal of Applied Psychology mengungkapkan, bahwa kebiasaan Anda akan makan larut malam bisa diobati dengan tidur malam yang cukup. Ya, semudah itu!



Kedua studi mempelajari tentang hubungan antara stres-pekerjaan, kualitas tidur, mood yang negatif, dan kebiasaan makan dengan menanyakan pada para partisipan untuk terus mencatat semua hal dalam bentuk diary.

Kedua studi terlibat dalam dua jenis sumber stres yang berbeda. Pertama, melibatkan mereka yang bekerja dengan banyak tuntutan. Dan yang kedua adalah melibatkan mereka yang diperlakukan tak baik oleh para pelanggan.

Keduanya menunjukkan bahwa pengalaman kerja dengan stres tinggi, terutama di pagi hari, cenderung berhubungan dengan kebiasaan makan (makan makanan tak sehat) di malam hari. 

Bagaimanapun, kedua jenis pegawai dengan dua pekerjaan yang berbeda ini, dilaporkan makan dengan baik dalam satu hari jika mereka cukup tidur.

Rekan penulis dalam penelitian ini menyangka bahwa tidur malam yang baik, dapat melindungi seseorang dari tekanan stres sepanjang hari.

"Kami percaya bahwa para pekerja lebih baik dalam menghadapi stres sepanjang hari kerjanya, karena tidur yang baik bisa membantu tubuh Anda agar kuat dan enejik," ucap rekan penulis Chu-Hsiang (Daisy) Chang, PhD.

(Baca juga: 3 Langkah Agar Lebih Mudah Tidur)

Coba Anda bayangkan tidur Anda sebagai salah satu asuransi untuk menghindari stres. "Orang-orang yang tidak cukup tidur, terkadang bereaksi berlebihan terhadap stresor (tekanan)," tambah Dr. Robert Oexman, selaku direktur dari the Sleep to Live Institute. 

"Ketika seseorang yang cukup tidur biasanya tidak terlalu sensitif terhadap sesuatu, dan seseorang yang sangat lelah terkadang punya perspektif yang berbeda, yang mana ini bisa mengarah pada perubahan perilaku, seperti makan makanan yang tidak sehat."



Menurut Kimberly Hershenson, LMSW, seorang terapis spesialis eating disorders dan body image juga mengatakan bahwa kurang tidur bisa juga berakibat terhadap sulitnya menentukan makanan untuk disantap.

Jadi, solusinya menurut Liza Baker, seorang instruktur kesehatan mengatakan bahwa solusinya yaitu "tidur".

Baker percaya bahwa tidur yang cukup adalah tujuh jam. Namun Dr. Chang menegaskan bahwa tidur "berkualitas" juga penting, jika hanya dibandingkan dengan 'kuantitas/banyaknya jam tidur'.

Baker menekankan bahwa setiap individu punya jam tidur yang unik. Namun, sarannya jika Anda sulit untuk tidur selama tujuh jam, Anda bisa menandakan alarm untuk membantu tidur "berkualitas" Anda.









(TIN)