Penelitian: Tato Dapat Menyebabkan Infeksi Bahkan Setelah 15 Tahun

Raka Lestari    •    Selasa, 03 Oct 2017 12:18 WIB
kesehatan kulit
Penelitian: Tato Dapat Menyebabkan Infeksi Bahkan Setelah 15 Tahun
Sekitar sepertiga orang dewasa muda di Inggris sekarang memiliki tato namun penelitian terbaru oleh European Synchrotron Facility (ESRF). (Foto: Annie Spratt/Unsplash.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Dilansir dari telegraph.co.uk, menurut para dokter, tato dapat menyebabkan infeksi bahkan setelah 15 tahun setelah pembuatannya. 

Warga Australia berusia 30 tahun baru-baru ini khawatir bahwa dia menderita kanker setelah mengetahui adanya benjolan yang menyakitkan di ketiaknya. Namun dokter di Royal Prince Alfred Hospital di Sydney berhasil menghilangkan jaringan yang tidak berbahaya tersebut. 



Para ahli menyimpulkan bahwa benjolan tersebut terjadi karena adanya reaksi terhadap tato yang telah dilakukan 15 tahun sebelumnya. Menurut dokter di sana, tinta tato dapat bergerak (transfer) ke kelenjar getah bening yang digunakan untuk membersihkan racun di dalam tubuh. 

Namun studi baru menunjukkan efeknya masih bisa terjadi lebih dari satu dekade setelah seseorang membuat tato. 

(Baca juga: 6 Poin Keberhasilan Menghapus Si Rajah Tubuh)

Sekitar sepertiga orang dewasa muda di Inggris sekarang memiliki tato namun penelitian terbaru oleh European Synchrotron Facility (ESRF) menemukan bahwa toksik nanopartikel dari titanium dioksida yang terdapat dalam tinta tato dapat berjalan melalui tubuh dan masuk ke dalam kelenjar getah bening di mana dapat menyebabkan masalah. 



Ada beberapa penelitian juga mengenai dampak racun dari tinta tato, yang mungkin saja mengandung bahan pengawet dan kontaminan seperti nikel, kromium, mangan, atau kobalt. 

"Kami sudah tahu bahwa pigmen dari tato akan menuju kelenjar getah bening karena kelenjar getah bening bercampur dengan tinta tato," kata Bernard Hesse, salah satu peneliti dari ESRF. 










(TIN)