Hindari Menghakimi Diri Sendiri, Salah Satu Kunci Hidup Bahagia

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 26 Jan 2018 07:00 WIB
kesehatan mental
Hindari Menghakimi Diri Sendiri, Salah Satu Kunci Hidup Bahagia
(Foto: Shutterstock)

Jakarta: Memiliki motivasi untuk hidup sehat merupakan hal yang positif. misalnya, Anda memiliki target untuk rutin berolahraga. Tetapi hal itu seringkali menimbulkan kekecewaan dan perasaan tidak bahagia ketika tak berhasil menjalaninya.

"Kita berada dalam masyarakat yang sangat senang berolahraga dan kurus, dan kita diajari menjadi malu bila tak sesuai dengan ekspektasi," tukas psikoterapis Andrew Walen.

Meski tak bergerak fisik, Anda tetap bisa merasa bahagia atau puas dengan kehidupan Anda secara mental. Berikut adalah beberapa trik untuk membuat hidup menjadi lebih bahagia.

1. Ucapkan mantra

Mengulangi kata-kata positif dari ungkapan atau lirik lagu membuat otak menjadi lebih fokus dan tak kritis pada diri sendiri. Ulangi 'mantra' tersebut dengan lantang atau dalam pikiran seperti 'Saya cantik' untuk membuat pikiran tenang.

2. Buang pemikiran 'saya seharusnya begini'

"Setiap Anda mendengar atau mengucapkan 'saya seharusnya', seakan itu berarti Anda menghukum diri sendiri tanpa alasan yang jelas," tukas Walen.

Hilangkan hal tersebut dengan menyibukkan diri dalam hubungan sosial, pembicaraan dengan pasangan atau kegiatan lain untuk menghilangkan pikiran negatif tersebut.

3. Kenakan pakaian yang disukai

Jika Anda kurang puas dengan tubuh Anda, kenakan pakaian yang membuat Anda merasa lebih baik.

"Pakailah baju yang membuat Anda merasa diinginkan, ini adalah saatnya mengekspresikan diri," ujar Walen.

4. Abaikan kritik orang lain

Mempermalukan fisik adalah hal yang tak asing di beberapa budaya, namun jangan sampai Anda terjebak didalamnya. Hindari pembicaraan yang dapat memicu kekecewaan pada diri sendiri dengan mengalihkan ke topik lain, atau tinggalkan percakapan itu.

5. Selalu baik dan maafkan diri sendiri

Jika Anda merasa tak sesuai dengan harapan, tak perlu terlalu keras pada diri sendiri. Misalnya, Anda sengaja tak sarapan karena semalam mabuk minuman keras. Tak perlu seperti, maklumi jika diri khilaf dan jangan terlalu menyesal.  


 


(DEV)