Bahaya Minum Obat Tanpa Diagnosa Dokter

Sunnaholomi Halakrispen    •    Rabu, 23 Jan 2019 07:00 WIB
kesehatan
Bahaya Minum Obat Tanpa Diagnosa Dokter
Jangan sembarang minum obat tanpa konsultasi terlebih dahulu dengan dokter. (Foto: Rawpixel/Unsplash.com)

Jakarta: Minum obat tanpa diagnosa dokter akan berbahaya bagi perkembangan kesehatan Anda. Anda pun sebaiknya tak langsung memercayai perkiraan penyakit berdasarkan pernyataan apoteker dengan gejala yang Anda alami.

Perlu diketahui, bisa saja Anda atau apoteker tersebut salah memperkirakan penyakit karena salah memastikan penyebabnya.

"Jangan langsung memvonis suatu diagnosa apalagi keluhannya cuma satu. Misalnya, sakit di lutut tapi di dalam saja tanpa gejala memerah atau bengkak. Bisa saja sakit di lutut itu karena cedera ligamen, pengapuran, rematik, bisa juga sakit saraf kejepit di punggung pengaruhnya di lutut," ujar dr. Phedy, Sp.OT-K, dari Rumah Sakit Siloam Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Apabila diagnosa tidak tepat, biasanya kita akan mencari obat penahan rasa sakit seperti steroid dan merasa sudah sembuh karena merasa tubuh segar kembali. Hal tersebut lantaran steroid memberikan efek yang enak untuk menghilangkan keluhan terhadap rasa sakit.

Namun, ketika rasa sakitnya muncul kembali, kita akan ketergantungan minum obat penahan rasa sakit itu. Bahayanya, ada efek jangka panjang yang mungkin tidak diketahui selama ini.

"Efek jangka panjangnya sangat banyak. Ke lambung, tulang, otot, ginjal, ke kelenjar adrenal, semuanya berbahaya sekali. Lalu, celakanya orang ketika sudah pakai itu enak dan dipakai terus-terusan," tuturnya.


(Minum obat tanpa diagnosa dokter akan berbahaya bagi perkembangan kesehatan Anda. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum melakukan pembelian obat tertentu. Foto: Rawpixel/Unsplash.com)

(Baca juga: Bolehkah Minum Antibiotik Tanpa Resep Dokter?)

Dokter spesialis ortopedi sub spesialis spine atau tulang belakang itu pun menceritakan bahwa ia pernah menemui sejumlah pasien yang bertubuh sangat gemuk atau mengalami pembengkakan, dan tulangnya sudah keropos. Kondisi tersebut terjadi karena pasien tersebut mengonsumsi steroid.

"Dia minum steroid bertahun-tahun. Terutama obat-obatan enggak jelas atau obat-obat tradisional atau jamu-jamuan yang tidak tepat untuk penyakitnya. Intinya yang namanya penyakit untuk sembuh itu butuh proses. Kalau kita menemukan obat yang efeknya begitu cepat dan dahsyat, hati-hati," paparnya.

Solusi terbaik adalah Anda harus pergi ke dokter ortopedi. Apabila keluhan awalnya di lutut maka pergilah ke dokter spesialis lutut, agar dipastikan secara spesifik tentang bagian mana yang sesungguhnya sakit.

Selanjutnya, apabila dokter spesialis menyatakan sakitnya bukan dari lutut, dokter tersebut akan merekomendasikan dokter lain. Misalnya, sakit dipengaruhi dari kelainan di area tulang punggung.

"Sakit di lokasi tertentu belum pasti sakitnya itu berasal dari bagian sana. Jadi jangan sampai ketika sakit di punggung mikirnya kena saraf kejepit dan Anda minum obat saraf kejepit atau obat ginjal," pungkas dr. Phedy.




(TIN)