Kaitan Kesehatan Si Kecil dan Kebersihan di Rumah

Yatin Suleha    •    Senin, 10 Dec 2018 21:36 WIB
kesehatan
Kaitan Kesehatan Si Kecil dan Kebersihan di Rumah
“Selain mendukung tumbuh kembang anak yang optimal, rumah sehat juga dapat membantu mengurangi frekuensi sakit," ucap dr. Caessar Pronocitro, M.Sc, Sp.A dari RS Pondok Indah Bintaro Jaya. (Foto: Mike Fox/Unsplash.com)

Jakarta: Pernahkah Anda membayangkan jika tembok di rumah juga menyimpan beberapa bakteri? Jawabnya ternyata iya.

Dr. Caessar Pronocitro, M.Sc, Sp.A dari RS Pondok Indah Bintaro Jaya dalam talkshow “Waspada Kuman Penyakit di Area Rumah” menyatakan bahwa ada beberapa bakteri yang bisa ada di rumah antara lain yaitu E.Coli, MRSA, dan Staphylococcus.

"Sebagian besar waktu dihabiskan di rumah. Dari berbagai penelitian menunjukkan bahwa kondisi rumah memengaruhi kondisi fisik dan mental dari penghuninya. Jadi jika rumah lembap dan tidak sehat dapat berpengaruh pada kualitas kesehatan juga," ucap dr. Caessar.

Lebih jauh dr. Caessar mengatakan bahwa tumbuh kembang anak yang optimal juga didukung oleh rumah yang sehat. "Anak di usia dini membutuhkan stimulasi untuk motorik kasar itu sangat berkaitan dengan kondisi rumah," tambah dr. Caessar.

Merangkak di permukaan yang empuk, permukaan keras, berdiri, dan berpengangan pada perabot rumah dan tembok, rambatan berpegang di dinding dan lainnya.

Untuk menunjang hal tersebut Mark Liew selaku Assistant General Manager Nippon Paint Indonesia menjelaskan, “Dalam rangka mewujudkan rumah sehat untuk keluarga Indonesia yang sehat, kami bekerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Klik Dokter dan Indonesia Montessori.Com (IMC)-dalam memberikan produk yang terbaik."


(Dr. Caessar mengatakan bahwa tumbuh kembang anak yang optimal juga didukung oleh rumah yang sehat. Foto: Ilustrasi. Dok. Daiga Ellaby/Unsplash.com)

(Baca juga: Paparan Cahaya Lampu Beri Efek Buruk pada Kesehatan Anak)

"Kami berharap dapat bekerja sama dengan lebih banyak lagi asosiasi atau organisasi untuk mendukung kampanye rumah sehat (dengan kualitas cat yang efektif membasmi bakteri pada dinding, sehingga balita yang belajar berdiri atau berjalan dapat dengan aman menyentuh permukaan dinding rumah)."

"Ini demi menciptakan lingkungan yang sehat dan aman untuk keluarga Indonesia,” tambah Mark Liew lagi.

Berdasarkan hasil survei kepada 200 orang tua, 70 persen mengatakan anak mereka banyak menghabiskan 8-20 jam setiap harinya di dalam ruangan.

Anak-anak juga banyak melakukan aktivitas di dalam ruangan yang kontak langsung dengan dinding. Untuk mendukung hal tersebut membutuhkan lingkungan yang sehat, dan dinding merupakan permukaan paling luas di dalam rumah yang berisiko banyak dihuni kuman.

Mark Liew juga menambahkan melalui Nippon Spot-less Plus dengan Silver-Ion yang efektif membasmi bakteri pada dinding aman serta tidak mengandung VOC (Volatile Organic Compund), zat yang berbahaya bagi kesehatan.

“Selain mendukung tumbuh kembang anak yang optimal, rumah sehat juga dapat membantu mengurangi frekuensi sakit, meningkatkan ketertarikan makan, serta menjadi sarana eksplorasi dan stimulasi anak,” pungkas dr. Caessar.




(TIN)