Amankan Penggunaan Bedak Tabur Pada Bayi?

Karina Yunita    •    Senin, 12 Sep 2016 13:15 WIB
kesehatan anak
Amankan Penggunaan Bedak Tabur Pada Bayi?
(Foto: Inhabitots) Sebagai alternatif penggunaan bedak, Anda dapat menggantinya dengan baby oil.

Metrotvnews.com, Jakarta: Kebiasaan memberikan bedak usai mandi atau buang air kecil pada bayi, hendaknya sekarang lebih diperhatikan. Walau ada manfaatnya, seperti membantu mengurangi keringat berlebih, bedak juga dapat membuat infeksi.

Selama ini kebiasaan membedaki bayi memang seolah telah menjadi kewajiban bagi seorang ibu. Hal tersebut memang ada manfaatnya bagi sang bayi, antara lain kandungan pada bedak yang berisi bahan-bahan aktif seperti menthol, membuat kulitnya terasa lebih segar dan membuat bayi merasa nyaman. Di sisi lain, membedaki bayi bisa karena mengikuti saran nenek. Banyak ibu yang telah terbiasa memberi bedak pada bayinya karena merupakan cerminan masa lalu, yaitu dari orangtua yang juga memberi bedak pada dirinya. 

(Baca juga: Tips Agar Kulit Bayi Tidak Mudah Iritasi)

Yang Perlu Anda Perhatikan
Hal yang perlu Anda perhatikan ketika membubuhkan bedak pada bayi, yaitu terutama di daerah lipatan pahanya. Bagi bayi perempuan, sangat riskan jika serbuk bedak tersebut masuk ke dalam alat kelaminnya, karena akan mengakibatkan infeksi.

Untuk mengetahui apakah bayi Anda mengalami infeksi pada alat kelaminnya akibat masuknya bedak tabur, Anda dapat memperhatikan tanda-tandanya seperti adanya pembengkakan, kemerahan, maupun terasa panas. 

Jika Anda mendapatkan tanda-tanda tersebut pada alat kelamin sang bayi, kemungkinan besar ia menderita infeksi vagina. Walau begitu Anda tidak perlu terlalu khawatir, karena infeksi ini biasanya akan sembuh dengan sendirinya. Hal ini karena tubuh mengalami regenerasi yang akan membuat sendiri zat antinya. Tapi, bukan berarti Anda boleh sering melakukannya.


Langkah Pencegahan
Sebagai langkah pencegahan, Anda dapat menggunakan cairan antiseptik yang telah diencerkan dengan air untuk membunuh kuman-kuman yang terdapat di daerah kelaminnya. Saat membedaki pun sebaiknya lakukan perlahan saja, apalagi terutama jika dekat dengan wajah si kecil. Hal itu dimaksudkan untuk menghindari masuknya serbuk bedak ke dalam hidung bayi yang dapat mengganggu pernafasannya. 

Yang tidak kalah penting, jangan membedaki bayi saat kulitnya berkeringat. Bedak yang bercampur dengan keringat akan menempel di permukaan kulit sehingga membuat saluran keringat tersumbat dan mengakibatkan keringat buntet.

Sebagai alternatif untuk meminimalisir bahaya penggunaan bedak, Anda dapat menggantinya dengan baby oil. Baby oil hampir sama fungsinya, yaitu untuk membuat bayi nyaman dan melindungi kulit bayi agar tidak terluka saat terjadi gesekan.






(TIN)