Makan Teratur Dapat Turunkan Perkembangan Demensia

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 05 Jan 2018 11:17 WIB
kesehatandemensiastudi kesehatan
Makan Teratur Dapat Turunkan Perkembangan Demensia
Sebuah penelitian menemukan bahwa makan pada waktu yang sama setiap hari dapat melawan penyakit neurodegeneratif seperti demensia. (Foto: Pixabay.com)

Jakarta: Sebuah penelitian menemukan bahwa makan pada waktu yang sama setiap hari dapat melawan penyakit neurodegeneratif seperti demensia. 

Di Inggris, salah satu gangguan neurodegeneratif yang cukup umum adalah Penyakit Huntington (HD), kondisi keturunan yang merusak sel saraf tertentu dalam otak, yang menyerang hingga 6.700 orang. 

Sebuah studi yang dipublikasi dalam jurnal eNeuro telah menemukan cara untuk meningkatkan kualitas hidup untuk pasien yang didiagnosa dengan kondisi tersebut. 

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa makan secara rutin dapat meningkatkan kebiasaan makan dan kesehatan jantung, dimana hal tersebut menunjukkan ada ekspresi gen yang lebih baik pada bagian otak yang berhubungan dengan kontrol tubuh. 

Para peneliti dari University of California membatasi asupan makan tikus yang telah mengalami rekayasa genetis penyakit HD. Satu grup diberikan makan selama enam jam periode saat beraktivitas, sementara grup lain dibebaskan makan kapan saja.


(Sebuah penelitian menemukan bahwa makan pada waktu yang sama setiap hari dapat melawan penyakit neurodegeneratif seperti demensia. Foto: Pixabay.com)

(Baca juga: Menikah Bantu Kurangi Risiko Demensia)

Hasilnya, tikus yang diberi makan secara rutin menunjukkan peningkatan ekspresi gen pada bagian striatum dan kondisi kesehatan kardiovaskular yang lebih baik. 

Para peneliti percara bahwa membatasi makan selama delapan jam dapat membantu mengatur manajemen tubuh yang berguna untuk pasien yang memiliki penyakit degenartif. 

"Data ini menunjukkan bahwa jadwal makan dapat berperan penting dalam pengobatan HD dan dapat dijadikan sebagai pengobatan baru untuk penyakit degeneratif," ujar pemimpin studi Professor Christopher Colwell. 

Ia menambahkan, gaya hidup tak hanya meningkatkan kualitas hidup namun juga menunda perkembangan dari penyakit HD. 









(TIN)